Review

Nagreg: Tanjakan Fenomenal di Jalur Selatan





Nagreg, sebuah kecamatan di Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Nagreg terletak di sebelah timur Bandung dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Garut. Nagreg jaman baheula masih hutan, belantara hektaran tanah perkebunan kopi, cengkeh, sereh, serta pabriknya yang dahulunya milik keluarga besar pemerintah Belanda. Selanjutnya perkebunan dan pabrik dikelola oleh masyarakat sekitar hingga oleh pihak pemerintah.

Jalur transportasi Nagreg juga merupakan penghubung antara Bandung dengan kota-kota di Priangan Timur, seperti Garut, Tasikmalaya dan Ciamis. Daerah ini tempat titik rawan kemacetan pada saat mudik Lebaran, terutama yang melintas jalur selatan. Selain itu, tercatat ada tiga lokasi titik rawan longsor di jalur lingkar luar Nagreg ini, yaitu pada KM3, KM 5 dan KM 9. Hal ini karena selain kontur tanah yang labil juga di daerah ini sering terjadi pergerakan tanah yang mengakibatkan longsor dan sangat membahayakan bagi penduduk di bawahnya

Tanjakan/turunan dengan kemiringan yang curam, nampaknya mampu membawa nama Nagreg semakin dikenal sebagai tanjakan yang berbahaya. Ditambah lagi jika sedang macet yang luar biasa seringkali terjadi kecelakaan sehingga semakin mengangkat nama Nagreg dalam dunia transportasi. Berdasar peta jalan, di Nagreg pada hakekatnya memiliki empat tanjakan berat jika kendaraan melaju dari arah Tasikmalaya dan Garut, kemudian ada empat turunan tajam yang harus dilalui kendaraan dari arah Bandung.


Munculnya kendaraan dari kedua arah itu sangat kental dengan kecelakaan manakala pengemudi tak hati-hati atau kondisi kendaraan tak laik jalan. Tanjakan tersebut adalah: Ciaro, Warung Bir, Jalan Cagak, dan tanjakan/turunan pos tangan. Hampir 99% kemacetan atau kecelakaan selalu terjadi di keempat tanjakan tersebut dikarenakan posisi menanjak yang cukup berat, atau turunannya cukup tajam.

Namun walaupun Jalur lingkar Nagreg, yang tadinya dianggap mengerikan karena memiliki tanjakan terjal sepanjang kurang lebih 100 meter, kini justru menjadi lokasi untuk menikmati keindahan lembah Nagreg. Hal ini dikarenakan sekarang sudah dibangun jalur lingkar Nagreg. Dari tanjakan Citiis, terhampar pemandangan yang cukup indah. Jika kita mulai memasuki gerbang Cikaledong dari arah Limbangan, atau Ciherang dari Garut, di arah timur akan terlihat jalan pangkal lingkar Nagreg melingkar. Jika arus lalu lintas padat, maka akan terlihat untaian kendaraan yang mengesankan.


Selain itu, masih ada satu tanjakan lagi yang harus dilewati. Tanjakan tersebut dikenal dengan sebutan "Tanjakan HP", kependekan dari Hendro Pandowo. Hendro Pandowo adalah perwira polisi berpangkat ajun komisaris besar (AKBP) yang saat jalur lingkar Nagreg mulai dioperasikan. Hendro rajin memperhatikan tanjakan tersebut.