Review

Paguyuban Sapedah Baheula (PSB)




Untuk menyalurkan hobi, Kota Kembang adalah medianya. Di Bandung, aneka pegiat hobi ada bermacam-macam, termasuk yang gemar dengan sepeda zaman baheula. Adalah delapan orang penyuka sepeda onthel yang sering nongkrong di Pasar Loak Pusat Dakwah Islam (Pusdai) yang suka berkumpul di sana. Di tempat itu terdapat penjual onderdil sepeda onthel yang saat ini bisa susah ditemukan. Para penyuka sepeda onthel ini pun kian hari kian bertambah. Akhirnya, setelah anggotanya ada 35 orang, Maka pada tanggal 31 Januari 2005, diputuskan untuk membuat sebuah komunitas pencinta sepeda onthel, yang dinamakan Paguyuban Sapedah Baheula (PSB). Paguyuban Sapedah Baheula merupakan komunitas yang berisikan penggemar sepeda tua dari berbagai tingkat sosial.  PSB sering diundang dalam berbagai perayaan yang ada di Bandung, antara lain Ulang Tahun Kota Bandung, Ulang Tahun Jawa Barat, Konferensi Asia Afrika (KAA) dan lain-lain. Tidak jarang, mereka konvoi dengan menggunakan berbagai kostum seperti orang-orang Belanda, bahkan Presiden Soekarno.

Komunitas yang dikenal juga dengan “Paguyuban Sapedah Baheula Bandung West Java“ biasa mengadakan Musyawarah Besar (Mubes) untuk menentukan ketua dan pengurus juga membuat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Di dalamnya terdapat Struktur Organisasi, Keanggotaan, Atribut, Keuangan dan Lambang lain yang berlaku di PSB serta Nota Ketentuan Penerimaan Anggota Baru PSB.
Kini, PSB telah beranggotakan lebih dari 300 orang. Anggota terdadapt di lima Koordinator Wilayah (Korwil): Bandung Tengah, Utara, Selatan, Barat, dan Timur. Dengan semakin berkembangnya organisasi komunitas PSB Bandung West Java ini, maka pengurus dituntut untuk dapat lebih mempersiapkan program jangka pendek maupun jangka panjang, serta membagi anggotanya untuk memenuhi undangan kegiatan serta event kerja sama yang datang semakin banyak hampir setiap minggu baik dari kalangan pemerintah, swasta maupun dari kalangan lainnya.

Adapun kegiatan rutin PSB Bandung West Java setiap hari Minggu pagi diawali dengan berkumpul di Jl. Dipenogoro depan Museum Geologi Bandung, kemudian pengarahan atau informasi yang disampaikan oleh pengurus selanjutnya dilanjutkan dengan touring keliling Kota Bandung, atau memenuhi undangan. Disamping kegiatan rutin tersebut, PSB Bandung West Java juga telah melaksanakan kegiatan ataupun memenuhi undangan atau kegiatan diantarnya yaitu: Menyewakan Sepeda Onthel untuk kebutuhan Pra Weding (Pernikahan), atau fhoto perpisahan sekolah; Menemani wisatawan untuk berwisata kuliner yang menyenangkan di Kota Bandung dan sekitarnya; Menyewakan sepeda onthel untuk keperluan Background stand pameran atau property acara pelaminan, pernikahan. dll; hingga Mempromosikan produk perusahaan/Flayer.

Komunitas yang dibentuk atas dasar kesamaan hobi dan keinginan untuk melestarikan seni tradisi dan budaya, serta peduli akan lingkungan, PSB juga melakukan berbagai kegiatan bakti sosial. Misalnya, membersihkan jalan, menanam pohon, pencabutan paku-paku yang ada di pohon, dan lain sebagainya. Selain itu, PSB saat ini juga memiliki anak asuh di dua panti asuhan yang ada di Bandung. PSB juga memiliki buletin tersendiri untuk informasi tentang sepedah onthel ini.

Bagi yang ingin bergabung dalam komunitas ini, cukup menyerahkan formulir yang telah diisi, fotokopi KTP, pas foto, serta membayar biaya pendaftaran sebesar 110.000 rupiah. PSB dibagi ke dalam  wilayah, yaitu wilayah Bandung Tengah, Bandung Barat, Bandung Utara, Bandung Selatan, dan Bandung Timur.