Review

Sisi Lain Biografi Sule OVJ alias Entis Sutisna




Siapa yang tidak kenal Sule? Sule yang rutin menghiasi acara Opera van Java (OVJ) di salah satu stasiun TV swasta ini telah ditasbihkan sebagai  pelawak dari Tatar Priangan yang sedang bersinar di Indonesia ini. Belum lagi acara situasi komedi atau sinetron di televisi swasta lain telah membawanya menjadi sosok pelawak yang laris manis menjadi idola masyarakat.

Ragam aktivitas syuting hingga mengisi iklan menjadi ukuran dia sebagai seniman komedian yang dianggap mampu mengangkat citra urang Sunda yang berhasil dalam kancah hiburan tanah air. 

Kini, pelawak yang bercita-cita jadi pembawa acara berita di TV ini merambah dalam dunia seni suara. Nilai jual sosok yang kerap diidentikan dengan hidung pegek kata urang Sunda mah, alias si hidung pesek ini terus menanjak. Namun, hal itu menjadi trade mark dia dalam dunia bodoran ini. Kini, anaknya pun (Rizki) turut mengikuti jejak sang ayah merambah dunia hiburan. "Promosi" sang anak sudah terlihat dalam beberapa tayangan televisi.

Sebelumnya, sang istri (Lina) telah ikut mewarnai khazanah musik pop Sunda dengan bergabung bersama pencipta dan produser lagu pop Sunda, Dose Hudaya, dalam album kompilasi "Bentang-Bentang" yang dikeluarkan di bawah bendera DH Production. Nama Sule pun dalam blantika musik tanah air meroket dengan lagu "Susis (Suami Sieun Istri)" yang diciptakan oleh Dose Hudaya.

Sule Pituin Urang Cimahi

Siapakah Sule atawa si Sunda Bule ini? Nama aslinya Entis Sutisna dan biasa dipanggil Entis. Lelaki kelahiran 15 November 1976 di Cimahi ini adalah sosok biasa-biasa yang meroket setelah menjejak dunia hiburan lawak. Masa kecilnya dihabiskan di kawasan Cimahi. Bakat seninya sudah menonjol sejak kecil. Ia paling senang menggerakan badan dengan menari jaipongan. Bahkan ia sering unjuk kabisa menari di acara Agustusan di lingkungan tempat tinggalnya. Melihat bakat anaknya  ini, sang ayah lalu mendaftarkan Sule kecil ke sanggar Kandaga. Di sanggar inilah bakat seninya terasah, ia sering mendapatkan juara tingkat lokal hingga nasional.

Jika kita selama ini mengenal Sule sebagai "Sunda Bule" sejatinya ini ada kisah dibalik mengapa ia dipanggil Sule. Menurut empunya Majalah Humor Sunda Cakakak, Kang Taufik Faturohman, nama Sule ini sebetulnya muncul dari landian (sebutan) waktu Jang Entis kecil. Kala itu, dari hidungnya sering keluar "Apollo 11" alias ingus, yang dalam basa Sunda disebut leho. Karena kerap disuruh oleh orangtuanya untuk "susut leho! (Bersihkan ingus!) maka lahir sebutan Sule... alias susut leho!

Waktu kecil, putra Pak Dodo ini termasuk anak yang rajin membantu orangtua, namun ia termasuk murid yang malas dalam urusan belajar di sekolah. Ia kerap membantu sang ayah jualan bakso, jualan jagung rebus, hingga jualan es keliling kampung.

Hal itu ia lakukan tiada lain untuk mendapatkan uang jajan. Ia pun suka menabung dari uang hasil jualan tersebut demi sekadar membela tamtam (gendang) untuk alat ngamen. Ia memang sering iseng ngamen sambil membawa ember sambil menyanyi lagu-lagu Koes Plus di perempatan Cimahi. Bakatnya dalam keberanian pentas di muka umum memang sudah terlihat dari kecil.

Pendidikan dan Perjalanan Karier Sule

Sule menempuh ilmu di SD dan SMP di kota kelahirannya di Cimahi. Kisah perjalanan hidupnya dalam dunia seni semakin diasah saat ia memutuskan masuk Sekolah Menengah Karawitan Indonesia (SMKI) yang sekarang lebih dikenal dengan nama SMKN 10 Bandung. Adalah sosok Apih Uun (salah seorang sesepuh kesenian Jawa Barat) yang membantu biaya kuliah Sule.

Kecintaannya akan seni Sunda telah menggiringnya untuk terus menekuni dunia seni dengan masuk ke Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) yang terletak di Jalan Buah Batu, Bandung. Dalam masalah karawitan ia memang sangat mencintai seni ini. 

Jika Anda warga Bandung yang pernah mendengar nama "Tante Bombom" dengan ciri suara wanita yang kenes, dialah Sule yang sebelum seterkenal sekarang pernah menjadi penyiar radio di sebuah stasiun radio swasta di daerah Soreang. Nyambi selain penyiar radio, ia bersama Mang Odon menjadi juru parkir di parkiran yang ada di bawah gedung radio True FM tempat ia siaran.

Ia kemudian pindah ke radio Rama FM yang ada di kawasan perumahan Muara (daerah Leuwipanjang). Di sini, ia dikenal dengan nama Nyi Ijah; masih bersalin suara menjadi perempuan. Tidak heran jika Sule jago dalam urusan mengubah-ubah suara dalam setiap pentasnya di televisi. Di sini pula ia nyambi kerja lain, sebagai MC di acara-acara hajatan atau sekali-kali jadi tukang angkut sound system yang digunakan untuk panggung hajatan.

Kiprah Group Lawak SOS

Sule pernah membentuk group  Derecox dan pernah mengeluarkan lagu "Tangkuban Parahu". Ia juga pernah aktif di Lapidut (lawak, kacapi, dan dangdut) juga Heureuy Bandung. Namun sayang saat itu, lagunya belum membawa namanya bersinar dalam jagad olah vokal. Maka, arah nasib dalam dunia hiburan membawanya dalam Audisi Pelawak TPI (API) pada 2005. Trio Sule, Oni, dan Ogi membawanya menjadi juara pertama dengan raihan SMS paling banyak dari polling yang diadakan waktu itu.

SOS sendiri awalnya nama personel: Suwarman (Oni), Obin (Ogi), dan Sutisna (Sule). Ide untuk ikut audisi API datang dari Sule. Walaupun pada awalnya mereka kesulitan untuk melawak dengan menggunakan bahasa Indonesia. Maklum, selama mereka manggung selalu menggunakan bahasa Sunda dalam membawakan lawakan. Adapun hadiah dari audisi ini dipakai Sule untuk mencicil rumahnya.


Arah dunia lawak makin moncer ketika ia bertandem dengan Jaja si plontos dalam acara di stasiun televisi Indosiar. Acara reality show bertajuk SuperStar ini membawa pasangan ini makin disukai oleh penonton tanah air. Awal kemunculannya ia menjadi bintang tamu di beberapa segmen acara televisi waktu itu. Suami Lina orang Cicadas yang berumah tangga pada 1997 dengan mas kawin Rp. 50.000,-, seperangkat alat solat, dan setangkai pisang. Uang mas kawin gocap tersebut malah dipinjam kembali untuk ongkos taksi!

Kini, Sule telah menjelma menjadi pelawak, aktor, penyanyi, MC, serta bintang iklan yang secara finansial telah membawa dia pada pundi-pundi rupiah tidak sedikit. Bayangkan saja, tiap malam ia tampil di OVJ, belum lagi Pas Mantab, Oesman 77, Awas Ada Sule, bintang iklan operator seluler, dll. Kini ia membawakan acara talk show di Net TV.


Ia menjadi sosok yang supersibuk untuk selebritas yang awalnya berangkat from zero to hero ini. Maka, berdasarkan berbagai sumber, investasi rumah dan tanah menjadi pilihan Sule. Artis penyuka bubur ayam ini pada Pilgub Jabar 2013 pernah menjadi salah satu bintang iklan dalam iklan kampanye salah satu gubernur yang kemudian terpilih ini. Keahlian Sule yang lain adalah bermain sulap. Ia memang menyukai dunia sulap sejak kecil. Sule pun rajin belajar sulap pada Kang Taufik Faturohman yang selain komedian Sunda, juga dedengkot komunitas sulap Bandung.