Review

Galengan Sora Awi: Memainkan Alat Musik Serba Bambu




Komunitas musik Galengan Sora Awi mempunyai prinsip pandangan Sunda: “Nangtung ku kahayang, gede ku kawani, hurung ku pangaharti." Galengan Sora Awi merupakan komunitas yang memfokuskan penggunaan alat musik dari bambu. Bambu merupakan tumbuhan yang biasa dikenal dalam masyarakat Jawa Barat. Bambu mempunyai filosofi sendiri yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Nah, lewah sentuhan Galengan Sora Awi, bambu menjadi media alat musik yang bisa menghasilkan suara musik yang enak didengar. Tentunya, ada dorongan lain yang melatarbelakangi terbentuknya komunitas ini, yaitu ingin mengenalkan khazanah seni-budaya Sunda kepada masyarakat dan tentunya sebagai media untuk nanjeurkeun dan ngamumule kekayaan seni-budaya Sunda. 

Komunitas ini mulai terbentuk pada 1996. Awalnya mereka yang suka nongkrong di Dago Tea House (Taman Budaya Jawa Barat).  Di awal terbentuknya, Galengan Sora Awi tidak langsung fokus menekuni dunia bambu. Awalnya mereka memanfaatkan limbah rumah tangga dan sampah di lingkungan yang kemudian disulap menjadi barang yang berguna. Maka, sampah plastik (seperti botol air mineral) dijadikan alat musik.  Pada awal tahun 2006 nama Galengan Sora Awi mulai digunakan karena beralih dari media plastik ke media bambu.

Selain membuat alat musik bambu, Komunitas Galengan Sora Awi juga membuat kreativitas melalui gambar. Di dalam komunits  musik ini, ada juga yang membuat karinding, celempung, dog-dog bahkan memahat akar bambu menjadi patung tokoh pewayangan. Konsep pemberdayaan dan menggunakan media barang bekas menjadi karya bernilai merupakan kamotekaran yang dilakukan Galengan Sora Awi.