Review

Taman Budaya Dago (Dago Tea House)




Taman Budaya Dago

Jika Anda kebetulan sedang berwisata ke Bandung, sekali-kali cobalah mampir ke Taman Budaya Dago atau biasa disingkat Tambud. Tempat pentas seni-budaya khas Jawa Barat ini dikenal juga dengan nama Dago Tea House (pada zaman kolonial dikenal dengan sebutan Dago Thee Huis). Tempat ini sendiri dikelola di bawah Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Jawa Barat.

Pada awal berdirinya, Taman Budaya bertujuan untuk menjadi etalase seni budaya daerah (Jawa Barat), namun seiring dengan tuntutan era globalisasi dan derasnya budaya dari luar. Hal ini menuntut peran Taman Budaya sebagai UPT Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat untuk lebih banyak memberikan kesempatan dan peluang kepada pelaku seni budaya dari kalangan anak muda dalam menciptakan karya.

Bagi Anda wisatawan yang ingin menyaksikan pentas-pentas seni budaya Sunda, bisa mengunjungi Dago Tea House pada malam Minggu. Biasanya setelah pukul 19.00 ke sana diadakan pentas kesenian rakyat (jaipongan, wayang golek, bajidoran, dll). Jika Anda ingin tahu apa saja jadwalnya, silakan meminta brosur ke pihak pengelola Taman Budaya.

Tempat Latihan dan Pertunjukan Seni Budaya Sunda
Lokasi Taman Budaya Dago terletak di daerah Jln. Ir H. Juanda (Jalan Dago). Dari arah Jalan Merdeka/Bandung Indah Plaza terus saja ke daerah utara. Setelah Simpang Dago, hanya beberapa kilometer dari sana. Lihat ke sebelah kiri yang ada patung si Cepot. Dari tempat ini, Anda bisa meneruskan perjalanan ke daerah Lembang dengan jalan tembus dari ujung Jalan Dago. Di Dago Tea House ini pun Anda para penggemar kulinar dan teh bisa datang untuk mencicipi makanan khas lokal.

Namun dengan seiringnya waktu, kini Taman Budaya Dago berubah menjadi tempat pelatihan dan juga pertunjukan seni budaya. Salah satu komunitas seni yang biasa rutin latihan di sini adalah Galengan Sora Awi. Namun, di sini juga para aktivis seni lainnya biasa melakukan latihan, baik itu di selasar gedung atau di gedung pertunjukannya.

Sajikan Panorama Bandung dari Ketinggian
Di area tempat duduk penonton, Anda bisa menyaksikan panorama Bandung dari kawasan atas. Apalagi pada malam hari, jika langit tidak sedang mendung, Anda bisa menyaksikan lampu kerlap-kerlip dari bangunan-bangunan atau jalan yang ada di bagian bawah Kota Bandung. Pada era '80-an, tempat ini menjadi salah satu tempat tongkrongan anak muda Bandung.

Pemandangan yang asri dan sejuk karena terletak di puncak kota Bandung, banyak pepohonan besar, jika malam hari suasananya romantis. Pada  1992, Dago Tea House pengelolaannya berganti menjadi Taman Budaya dengan rumah makan "Boga Kuring" sebagai sentra kuliner di sana.

Sarana dan Prasarana Taman Budaya
Pusat kebudayaan dan kesenian di Kota Bandung ini bisa dikatakan maju dengan didukung oleh sarana dan prasarana yang sangat memadai seperti gedung pertunjukan, galeri seni, teater terbuka, ruang workshop serta tempat lainnya yang sangat integratif.  Di area Taman Budaya Dago terdapat sarana dan prasarana seperti: Gedung teater tertutup, gedung teater terbuka, cafetaria, Teater Taman, galeri suvenir, sanggar tari, wisma seni, dan gedung sekretariat.

Kadang tempat ini dipakai oleh para siswa atau mahasiswa untuk menyelenggarakan acara perpisahan, pentas seni, teater, kabaret, pertunjukan band, dsb. Untuk tiket retribusi dari pihak pengelola sendiri sangat murah meriah, namun kadang untuk harga tiket pertunjukan biasanya disesuaikan oleh pihak yang mengadakan event.

Keberadaan Taman Budaya Jawa Barat (Dago Tea House) bukan hanya sebagai tempat pegelaran atau mementaskan seni budaya, namun harus mampu mengangkat kearifan lokal (local wisdom) agar dapat diaktualisasikan oleh masyarakat terhadap nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Akses
Naik angkutan umum: jurusan Kebon Kalapa - Dago, Riung Bandung - Dago, Ciroyom - Ciburial, Stasion - Dago.

Taman Budaya Jawa Barat  Alamat: Jl. Bukit Dago Utara No.53, Dago, Coblong, Kota Bandung
[Lihat peta lokasi]
Telepon: (022) 2501642
Jam buka: pukul 08.00 - 17.00 WIB

Foto-foto di Taman Budaya Dago LIHAT DI SINI