Review

Inilah Alasan Properti di Bandung Kini Menjadi Primadona




Dimana ada gula, di sana ada semut. Itulah mungkin peribahasa yang cocok untuk menggambarkan kondisi perkembangan properti di Bandung sekarang-sekarang ini. Bandung dianggap potensial untuk perkembangan ekonomi dan kebutuhan tempat tinggal bagi masyarakatnya. Sesuai hukum ekonomi, dimana banyak permintaan akan rumah/lahan, maka disana harga akan mengikuti dengan kenaikan yang terus tiap tahunnya.

Inilah sekarang yang sedang menjadi fenomena di Bandung dalam urusan properti. Harga perumahan setiap tahun mengalami peningkatan. Perumahan banyak yang dibangun di berbagai kawasan di seputaran Bandung, khususnya Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan juga Cimahi.

Beberapa hal yang menjadi alasan mengapa pembangunan properti di kawasan Bandung ini mengalami peningkatan tajam, antara lain karena beberapa alasan berikut:

1.Bandung kini dikenal sebagai kota alternatif untuk kawasan wisata. Fasilitas dan infrastruktur di Bandung terbilang lengkap. Dari mulai tempat belanja, wisata kuliner, hingga wisata alam tersedia di Bandung. Mereka yang berkunjung ke Bandung tidak sedikit yang sengaja membeli properti (rumah atau apartemen) untuk tempat singgah. Daripada menyewa hotel atau apartemen, mungkin lebih baik jika punya sendiri.

2. Pembangunan di Kota Bandung pun kini semakin menggeliat. Salah satunya  dengan adanya rencana pembangunan Jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu). Imbasnya, kawasan Bandung Timur terasa akan lebih maju, minimal untuk kawasan Cileunyi, Jatinangor, hingga ke arah Sumedang.

3. Untuk daerah Kota Bandung sendiri kini sedang disiapkan pembangunan Jalan tol Soreang - Pasir Koja (Soroja). Imbasnya, kawasan Bandung selatan, khususnya Soreang hingga Pataruman, Kopo dan Margaasih akan bernilai ekonomi tersendiri. Begitu pula dengan rencana pembangunan Jalan Tol Pasteur yang tembus hingga Ujungberung dan Cileunyi, setidaknya akan membuat kawasan Bandung timur menjadi salah satu kawasan yang bernilai ekonomis.

4. Seiring dengan pembangunan kawasan Stadion Gelora Bandung Lautan Api, sekarang mulai direncakanan pembangunan penunjang, antara lain  pengembangan Jalan tol yang berada di sekitar Gedebage. Imbasnya, kawasan Majalaya, Derwati, Ciparay, dan sekitarnya akan terbuka dalam pengembangan jalur wilayah ekonomi.

5. Pembangunan di kawasan Bandung selatan juga kini mulai berjalan. Sekarang mulai dibangun tempat-tempat perbelanjaan baru di daerah Bandung selatan. Jadi, akan ada sentra ekonomi baru di kawasan ini. Misalnya, kawasan Jalan Bojongsoang yang tembus dari arah gerbang tol Buah Batu sekarang mulai diperlebar dengan jalan yang mulus. Ini bisa menjadi geliat ekonomi baru bagi masyarakat setempat. Hal ini bisa dilihat dengan adanya pembangunan pertokoan-pertokoan baru di pinggir sepanjang Jalan Bojongsoang.

Tidak menutup kemungkinan nantinya kawasan Bojongsoang, Baleendah, Dayeuhkolot akan menjadi pusat kota di wilayah Kabupaten Bandung. Sayangnya, kawasan ini masih identik dengan fenomena siklus alam yaitu banjir di masa musim penghujan yang biasanya selalu  berulang terjadi setiap tahun. Ini menjadi pekerjaan rumah pihak Provinsi dan Kabupaten Bandung. Stigma kawasan kumuh, banjir, dan macet harus bisa segera diubah, salah satunya dengan mencari cara jitu agar Sungai Citarum dan sungai-sungai kecil lainnya menjadi sungai yang "bersahabat" saat musim hujan.

6. Sebagai penyangga Kota Bandung, kawasan Bandung Barat, Cimahi, dan sekitarnya juga ikut menggeliat. Hal ini terbukti dengan pembangunan perumahan yang sekarang mulai banyak yang dibangun di kawasan Cimareme, Batujajar, dan sekitarnya. Ini mengindikasikan bahwa permintaan akan perumahan semakin tinggi di kawasan Bandung dan sekitarnya. Konsumen sudah tidak terstigma bahwa untuk mempunyai rumah harus berada di sekitar perkotaan. Hal ini disebabkan akses jalan di Bandung dan sekitarnya kini sudah tidak terlalu sulit.

7. Juga masalah pendidikan dan sektor pekerjaan di Bandung ikut mendorong majunya pembangunan properti. Kawasan pendidikan yang tersebar di beberapa titik, misalnya di kawasan Dago, Tamansari, Jatinangor, Jalan Suci, Jalan Soekarno-Hatta, hingga kawasan Bojongsoang menjadi peluang investasi sendiri untuk membangun tempat kos-kosan atau menyewakan rumah.

Begitu juga dengan banyaknya kawasan industri/pabrik seperti di kawasan Bandung timur (Rancaekek dan sekitarnya), Cijerah,  Cimahi, Dayeuhkolot, dan sekitarnya menjadi berkah tersendiri bagi mereka yang menyewakan tempat tinggal ataupun tempat kos-kosan. Kebutuhan tempat tinggal menjadi aspek utama bagi mereka yang sedang menempuh pendidikan atau bekerja di Bandung.

Hanya mungkin yang perlu dipikirkan dari pihak terkait adalah masalah pembangunan yang tidak harus membabi buta. Memang, yang namanya pembangunan di suatu wilayah selalu ada imbasnya, misalnya kawasan pertanian (persawahan) di seputaran kawasan Bandung kini banyak yang mulai beralih fungsi menjadi perumahan. Begitu juga untuk kawasan resapan air menjadi problematika tersendiri. Lihat saja kawasan Bandung Utara (Dago hingga arah Lembang) kini banyak perumahan mentereng berdiri.

Kawasan elit ini menjadikan lahan resapan air menjadi tembok-tembok beton yang jika tidak diurus sedini mungkin akan menjadi "bom waktu" untuk kawasan lain yang lebih rendah. Banyaknya perumahan, mall, dan juga apartemen yang dibangun di Bandung berpengaruh juga pada sistem drainase dan tata lalu lintas. Kawasan-kawasan perbelanjaan dan perumahan sekarang sudah mulai menunjukkan gejala kemacetan lalu lintas.