Review

Revitalisasi Sungai Cikapundung




Sungai yang ada di Kota Bandung dari dulu hingga sekarang seakan tak pernah berhenti dari permasalahan. Sungai Cikapundung dan Sungai Citarum adalah dua sungai yang membelah Bandung. Sungai Cikapundung yang bermuara ke Sungai Citarum kerap menjadi masalah tersendiri di Kota Bandung. Selain ukurannya yang kian menyempit karena pembangunan, sungai ini pun masuk kategoru sungai yang penuh limbah. Kebiasaan masyarakat membuang sampah dan aneka limbah menjadikan sungai ini tidak layak menurut ukuran kesehatan dan standar lingkungan hidup yang baik. Pencemar itu datang dari limbah rumah tangga dan juga limbah kotoran sapi yang berasal dari peternakan-peternakan sapi di Kabupaten Bandung Barat.

Kini, upaya untuk merevitalisasi Sungai Cikapundung akan digalakan oleh Wali Kota Bandung yang baru. Kucuran dana Rp 3,5 miliar untuk revitalisasi sungai ini diharapkan mampu menjadikan Cikapundung bersih dan dapat difungsikan sebagai tempat istirahat, rekreasi, ataupun kegiatan musik. Anggaran tersebut merupakan alokasi dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum untuk revitalisasi tahap pertama anak Sungai Citarum. Adapun Anggaran BBWS Citarum tersebut bersumber dari APBN.

Rencananya, di sepanjang sisi Cikapundung akan dibuat ruang publik, salah satunya dengan dibangunnya amfiteater. Selain itu, akan dibangun pula bendungan kecil untuk pembangkit listrik. Lokasi bendungan direncanakan berada di ruas sungai di sekitar Jalan Braga, Kota Bandung, berdekatan dengan kantor PLN setempat. Untuk menghidupkan sungai Cikapundung ini masyarakat bisa melakukan aktivitas ekonomi, misalnya berdagang, dengan catatan tetap mematuhi aturan.

Untuk melaksanakan program pemberdayaan Cikapundung ini, pihak Pemkot Bandung akan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk mencari solusi masalah kotoran sapi. Hal ini berdasarkan fakta di lapangan bahwa hulu Sungai Cikapundung berada di kawasan Kabupaten Bandung Barat. Di sana, banyak peternak sapi di kabupaten tersebutmembuang kotoran ternaknya di sungai ini. Program revitalitasi ini ditargetkan rampung pada 2014, khususnya untuk ruang publik. Setelah dana Rp 3,5 miliar dari BBWS Citarum untuk revitalisasi tahap pertama masih akan ada kucuran dana lain dengan nominal sekitar Rp 3 miliar lagi.