Review

Kereta Api Super Cepat: Jakarta - Bandung Hanya 37 Menit




Infrastruktur di Pulau Jawa memang tetap menjadi primadona. Setelah sebelumnya dibikin jalan tol Cipularang, perjalanan Bandung-Jakarta yang biasanya memakan waktu 4 hingga 6 jam, kini bisa ditempuh kurang lebih 2 jam. Itu artinya, pergerakan moda transportasi mobil pun menjadi lebih banyak. Ini bisa dilihat saat Bandung di akhir pekan atau masa liburan panjang. Tapi, rupanya hal itu belum cukup. Pada 2020 direncakan akan tersedia kereta api super cepat. Pemerintah memperkirakan pembangunan kereta api super cepat Jakarta-Bandung bakal memakan waktu 6-7 tahun dan selesai pada 2020. Rencananya, kereta api super cepat Shinkansen yang sudah dikenal di Jepang akan hadir pada tahun tersebut untuk melalui rute Jakarta-Bandung dan akan berlanjut hingga Surabaya.
 
Kereta api super cepat Shikansen atau biasa disebut kereta peluru memberikan pelayanan lebih cepat, nyaman, mudah dan ramah lingkungan. Ular besi ini kecepatannya hingga 300 kilometer (km) per jam. Nah, jarak Jakarta-Bandung pun konon bisa dapat ditempuh hanya dalam waktu 37 menit. Jauh berbeda dengan saat ini, yaitu kereta api biasa yang dapat menghabiskan waktu di perjalanan selama berjam-jam. Kereta ini cocok bagi penumpang yang sedang berbisnis antara Bandung - Jakarta atau sebaliknya. Untuk masalah tiket, gambarannya sekitar Rp. 200.000,-.

Ada lagi keunggulan lain dari Shinkansen yaitu memiliki teknologi untuk merespons gempa bumi. Kereta ini dilengkapi dengan sensor yang dapat mendeteksi gempa bumi dari jarak berkilo-kilo meter jauhnya dengan cara berhenti secara otomotis, bahkan ketika sedang dalam terowongan sekalipun. Kelebihan lainnya, Shinkansen ini tidak napak di rel alias ngambang/elevated. Secara umum, pemerintah akan membangun kereta api super cepat jarak Jakarta-Bandung-Cirebon-Surabaya sepanjang 860 km dan secara detail Jakarta- Bandung membentang 160 km. Pada tahap awal nanti akan dibangun kereta api Shinkansen Jakarta-Bandung yang kecepatannya 300 km per jam.

Stasiun Shinkansen di Jakarta rencananya akan berlokasi di kawasan Dukuh Atas yang memiliki akses baik menuju Stasiun Sudrman dan stasiun bawah tanah MRT baru. Sementara untuk stasiun di Bandung sendiri akan dibangun di daerah Gedebage. Kereta api super cepat Jakarta-Bandung akan terdiri dari 12 rangkaian gerbong. Namun tidak semua terpakai untuk mengangkut penumpang karena pemerintah sudah mengalokasikan kereta untuk kebutuhan lain seperti mengangkut barang dan sebagainya. Menyangkut studi kelayakan, proyek ini akan dilakukan oleh konsultan Jepang yaitu, Japan International Consultant for Transportation, Yachiyo Engineering Co., Ltd., Oriental Consultant, Mitsubishi Research Institute, dan Nippon Koei, Co., Ltd.