Review

Inilah Kisah Heroik Jalannya Pertempuran Bandung Lautan Api




Bandung Lautan Api adalah salah satu peristiwa bersejarah yang tercatat di negeri ini. Peristiwa ini biasa diperingati setiap tanggal 24 Maret. Biasanya, pada malam tanggal 23 Maret biasa diperingati dengan diadakannya long march dari Monumen Bandung Lautan Api di Lapangan Tegallega ke Balai Kota Bandung. Lantas, bagaimana kisah heroik terjadinya Bandung Lautan Api? Berikut jalannya pertempuran Bandung Lautan Api: 

1. Pasukan Sekutu Inggris memasuki Kota Bandung sejak pertengahan Oktober 1945.
2. Menjelang November 1945, Pasukan NICA melakukan aksi teror kepada warga Bandung, sehingga terjadi pertempuran besar dan kecil secara terus-menerus demi mempertahankan kedaulatan RI dan Kota Bandung.
3. Pada 21 November, Sekutu mengeluarkan ultimatum agar TKR menyerahkan senjata dan meninggalkan Bandung. Akan tetapi, pemerintah pusat melarang pasukan meninggalkan tempat. Ultimatum agar Tentara Keamanan Rakyar (TKR) meninggalkan kota dan rakyat, melahirkan politik bumihangus. 
4. Akhirnya, Bandung terbagi menjadi 2 bagian akibat dari perundingan RI dengan Sekutu sehingga wilayah utara Bandung diduduki oleh Sekutu sedangkan bagian selatan diperoleh Indonesia

5. Rakyat tidak rela Kota Bandung dimanfaatkan oleh musuh. Mereka mengungsi ke arah selatan bersama para pejuang. Keputusan untuk membumihanguskan Bandung diambil melalui musyawarah Majelis Persatuan Perjuangan Priangan (MP3) di hadapan semua kekuatan perjuangan, pada tanggal 24 Maret 1946. 
6. Kolonel Abdul Haris Nasution selaku Komandan Divisi III, mengumumkan hasil musyawarah tersebut dan memerintahkan rakyat untuk meninggalkan Kota Bandung. Hari itu juga, rombongan besar penduduk Bandung mengalir panjang meninggalkan kota. 
7. Meskipun pihak Indonesia telah mengosongkan Bandung Utara sesuai perundingan, Sekutu masih menuntut pengosongan sejauh 11 km. Hal ini membuat rakyat Bandung marah sehingga mereka melakukan aksi pertempuran dengan membumihanguskan segala penjuru Bandung Selatan. 
8. Bandung pun dengan sengaja dibakar oleh TKR dan rakyat dengan maksud agar Sekutu tidak dapat menggunakannya lagi. Di sana-sini asap hitam mengepul membubung tinggi di udara. Semua listrik mati. Inggris mulai menyerang sehingga pertempuran sengit terjadi.

Pertempuran yang paling sengit juga terjadi di Desa Dayeuhkolot, sebelah selatan Bandung, dimana terdapat pabrik mesin yang besar milik Sekutu. TKR bermaksud menghancurkan gudang mesiu tersebut. Untuk itu diutuslah pemuda Muhammad Toha dan Ramdan. Kedua pemuda itu berhasil meledakkan gudang tersebut dengan granat tangan. Gudang besar itu meledak dan terbakar, tetapi kedua pemuda itu pun ikut terbakar di dalamnya. Bekas ledakan tersebut kini meninggalkan sisanya berupa kolam yang dididirkan Tugu Pahlawan Toha untuk mengenangnya. Lokasinya kini persis berada di daerah Markas Zipur Dayeuhkolot (dekat sebelah lapangan sepakbola).