Review

Mengenal Kata Ganti (Pronomina) dalam Bahasa Sunda




Kata ganti orang (pronomina persona). Terbagi tiga dan dapat bersifat tunggal maupun jamak, baik kata maupun frasa pronomial. Hanya dapat digunakan untuk mengganti nomina orang, nama orang, atau hal-hal lain yang dipersonifikasikan. Dalam bahasa Sunda terdapat penggunaan kata ganti yang penyebutannya disesuaikan dengan situasi penggunaan bahasa (undak usuk basa). Berikut ini beberapa kata ganti yang terdapat dalam bahasa Sunda.

A. Kata Ganti Orang Pertama (Aku/Saya)
Ini berhubungan erat dengan undak usuk basa. Adapun maknanya dalam bahasa Indonesia tetap "aku" ataupun "kami". Berikut ini beberapa contoh kata ganti orang pertama yang lazim digunakan.

1. Kuring rék indit ka Bandung  (Saya akan pergi ke Bandung.)
Ket: digunakan dalam situasi akrab, lawan bicara seusia.

2. Déwék rék nguseup di walungan.  (Saya akan memancing di sungai.)
Ket: Situasi akrab agak kasar, namun jarang digunakan.

3. Urang teu ngarti ku jalan pikiran manéh! (Saya tidak mengerti jalan pikiran kamu!)
Ket: Ini yang sering digunakan dalam percakapan situasi akrab/lawan bicara seusia.

4. Abdi mah tadi atos neda di bumi (Saya tadi telah makan di rumah)
Ket: Ini merupakan bahasa halus yang biasa digunakan dalam situasi formal, lawan bicara lebih tinggi usianya, atau dengan orang yang baru bertemu/belum kenal.

5. Langkung tipayun, sim kuring ngahaturkeun nuhun ka baraya sadaya nu tos sumping ka acara ieu. (Terlebih dahulu, saya ucapkan terima kasih kepada saudara-saudara yang telah datang ke acara ini.)
Ket: Ini biasa digunakan dalam situasi formal/ada khalayak ramai/bahasa tulis.

6. Aing mah kajeun gelut jeung sia tibatan dihina mah! (Saya lebih baik berkelahi dengan kamu daripada dihina!)
Ket: Ini merupakan bahasa kasar yang biasanya berhubungan dengan emosi si penutur. 

B. Kata Ganti Orang Kedua (Kamu)

1. Manéh mah euy nu kitu waé teu ngarti. (Kamu tuh yang begitu saja gak ngerti)
Ket: Ini merupakan ragam bahasa akrab/seusia

2. Hidep téh geus lain budak leutik, sing bisa mawa diri. (Kamu bukan anak kecil lagi, harus bisa bawa diri)
Ket: Ini merupakan bahasa halus yang biasa digunakan pada lawan usianya lebih rendah.

3. Di dinya rék milu moal ulin ka Dago? (Kamu mau ikut gak main ke Dago?)
Ket: Ini merupakan ragam bahasa akrab/seusia. Orangnya sudah sangat dekat.

4. Anjeun teu weléh dipikasono ku Akang. (Kamu selalu dirindukan oleh Akang)
Ket: Ini merupakan bahasa halus dan orangnya sudah sangat dekat.

5. Ari silaing diomongan téh kalahkah ngalawan! (Kamu tuh diomongin malah melawan!)
Ket: Ini merupakan bahasa kasar yang digunakan berhubungan dengan emosi. Namun lebih agak halus dibanding sia.

6.  Ari sia, belegug pisan jadi jelema téh! (Kamu tuh bodo banget jadi manusia!)
Ket: Ini merupakan bahasa kasar yang digunakan berhubungan dengan emosi/marah.

C. Kata Ganti Orang Ketiga (Dia/Mereka)

1. Manéhna karék datang peuting tadi ti Jakarta. (Dia baru datang tadi malam dari Jakarta).
Ket: Ini merupakan ragam bahasa akrab/seusia.

2. Anjeunna kantos ameng ka Bandung basa taun kamari (Dia pernah main ke Bandung waktu tahun kemarin).
Ket: Ini merupakan bahasa halus.

3. Maranehna keur kémping di Cikolé. (Mereka sedang kemping di Cikole).
Ket: Ini merupakan ragam bahasa akrab/seusia.

4. Aranjeunna téh tamu ti Malaysia. (Mereka adalah tamu dari Malaysia).
Ket: Ini merupakan bahasa halus.