Review

Info Event Bdg: Pagelaran Lagu-Lagu Iwan Abdulrachman (26 September 2014)





Iwan Abdurachman atau lebih dikenal dengan nama Abah Iwan, insinyur pertanian ini lahir di tengah keluarga yang menyenangi musik. Iwan terkenal keras di kalangan anggota GPL, rekannya yang telat latihan tak jarang menerima hukuman. Dengan jumlah anggota yang berkisar antara 40-an orang, GPL terdiri dari mahasiswa tingkat pertama sampai asisten dosen. Ciri musik mereka terletak pada penonjolan penggunaan instrument flute dan harmonika yang berkombinasi dengan beberapa gitar. 

Lelaki Sunda kelahiran Karangnangka, Sumedang, pada 3 September 1947 ini  bukan saja dikenal sebagai penggubah lagu dan penyanyi, melainkan juga, pengarung rimba, pendaki gunung, pesilat dan juga peterjun. Ya, mantan alumni Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran, Bandung (1965-1979) ini dikenal sebagai pecinta alam. Dalam bermusik, ia selalu memasukkan unsur balada dalam suara gitarnya. Ia melicinkan datangnya sebuah demam yang seakan-akan menjadi ciri di kalangan muda ketika itu, kegandrungan kepada musik rakyat.

Karya-karyanya antara lain: Flamboyan, Bulan  Merah, Melati dari Jayagiri, Doa, Balada Seorang Kelana, Burung Camar, Hymne Siliwangi, Hymne Unpad. Ia pernah menerima penghargaan antara lain: Anugerah Kebudayaan RI (2009), Satyalencana Wirakarya (2007), Warga Kehormatan Kopassus (1996), dan Kawakami Prize World Song di Tokyo, Jepang, untuk lirik lagu ‘Burung Camar’ (1985)

♦ Nama Event: Lantera di Mayang Sunda
♦ Deskripsi: Pagelaran Lagu-lagu Iwan Abdulrachman
♦ Hari/Tanggal: Jumat, 26 September 2014
♦ Waktu: Pukul 19.30-selesai
♦ Lokasi: Padepokan Seni Mayang Sunda
Jl. Peta No. 209 Bandung
♦ Reservasi: Yuyun 0857 9512 2301
♦ Gratis - tempat terbatas