Review

Sentra Rajutan Binong Jati: Wisata Home Industry di Kota Bandung




Sentra industri rajutan ini terletak di Jalan Binong Jati, kecamatan Batununggal, Bandung. Fokus sentra ini adalah memproduksi berbagai macam jenis pakaian yang berbahan rajut.Macam-macam produk rajutan yang diproduksi diantaranya seperti Sweater, Jaket, Cardigan, Syal, Baju hangat dll. Terdapat kurang lebih 293 pengrajin rajut. Kapasitas produksi per tahunnya sebanyak 852.200 Lusin dengan nilai investasi Rp.31,366 Milyar dan menyerap tenaga pekerja sebanyak 2.143 orang.

Usaha rajutan di Binong Jati sudah lama muncul, tepatnya pada tahun 60-an. Usaha ini diawali dengan ajakan kerja sama warga Tionghoa dengan warga sekitar untuk membangun industri rajutan. Saat itu, usaha rajutan masih dilancarkan dengan mesin tradisonal. Lama kelamaan usaha ini makin berkembang.

Tahun 70-an, delapan hingga sepuluh orang sudah membuka usaha serupa. Puncaknya pada tahun 1998. Ada 250-an orang yang mulai mencoba peruntungannya di usaha rajutan ini. Tentunya sudah menggunakan mesin modern. Hingga kini, usaha rajutan di Binong Jati sudah mencapai sekitar 400 home industry.


Tempat yang bisa diakses dari melalui Jln. Kiaracondong dan Jln. Gatot Subroto ini berada di permukiman penduduk. Rata-rata para pengusahanya pun berasal dari penduduk setempat. Sebuah gapura besar sengaja dibuat oleh para pengusaha yang bertuliskan Sentra Rajutan Binong Jati.

Sekitar 400 unit usaha berada di tempat ini, dari mulai usaha utama yaitu rajutan sampai usaha penunjang seperti penjual benang rajut atau toko-toko pakaian rajut.

Tak hanya perusahan berskala besar yang mempekerjakan banyak karyawan, tak sedikit penduduk yang menghuni rumah di gang-gang kecil yang turut menggantungkan hidupnya dari usaha ini. Sentra rajut ini mampu menyerap 8 ribu tenaga kerja yang tak hanya berasal dari dalam Bandung tetapi juga dari Sumedang, Tasikmalaya dan Garut.

Beberapa orang penduduk Binong Jati mengawali sentra rajut ini di tahun 1965. Mereka dititipkan mesin rajut oleh pengusaha Tionghoa yang makloon produk-produk rajut pada mereka. Sekitar tahun '67-an, sentra rajut ini mulai ramai. Pesanan dari berbagai daerah di luar Bandung berdatangan. Banyak penduduk yang turut beralih profesi menjadi pengusaha rajut.

4 ribu lusin produk bisa dihasilkan setiap harinya dari mulai blus, jaket, sweater, kardigan yang sedang tren sampai produk terbaru yaitu kerudung. Dengan kuantitas produksi yang sedemikian banyak, omzet yang bisa dihasilkan pun bisa mencapai Rp 700 juta - Rp 1 miliar per harinya. Di sini, biasanya hanya bisa membeli secara grosir dengan minimal pembelian 1 lusin. Tapi jangan khawatir, beberapa pengusaha ada yang membuka toko sendiri untuk melayani pembeli satuan.