Review

Jalur Pedestrian di Bandung Kini Lebih Nyaman dengan Pemasangan Batu Granit




Jalur pedestrian atau biasa yang dikenal dengan trotoar kadang terlihat sareukseuk alias kurang sedap dipandang. Hal ini karena kondisinya rusak; dimanfaatkan oleh para pedagang kaki lima; bahkan diserobot oleh para pengguna kendaraan bermotor. Sementara di sisi lain, Bandung menjadi ikon kota wisata yang semestinya dituntut untuk memberikan kenyamanan pada para pelancong ke kota ini. Untuk itu, Pemerintah Kota Bandung berusaha memberikan kenyamanan kepada para pejalan kaki yang menggunakan jalur trotoar ini.

Sumber: https://twitter.com/ridwankamil
Sebagai permulaan upaya untuk membuat trotoar lebih nyaman, pada Oktober 2014 mulai dibenahi trotoar di kawasan Jalan Riau dan Jalan Braga Bandung. Maklum saja, kedua kawasan ini pada akhir pekan menjadi sentra kunjungan wisatawan. Jalur pedestrian di Jalan Riau dan Braga tersebut dibongkar dan diganti dengan batu granit dan gorong-gorong beton (culvert box). Kedua kawasan itu akan menjadi kawasan percontohan yang trotoarnya menjadi lebih bagus, begitu juga saluran airnya (gorong-gorong).

Sementara untuk targetnya sendiri, diharapkan pada Desember 2014, proyek pengerjaan trotoar granit dan gorong-gorong tersebut sudah rampung. Oleh sebab itu, pengerjaannya pun akan dilakukan dengan sangat serius. Jika sudah rampung, jalur pedestrian dengan bahan batu granit tersebut diklaim akan menjadi yang perdana di Jawa Barat. Selain untuk estetika agar trotoar terlihat lebih rapi, penggantian trotoar dan saluran air tersebut diharapkan bisa mengatasi banjir cileuncang di dua kawasan tersebut.

Tentunya pula, dengan pembenahan jalur pejalan kaki tersebut akan memberikan kenyamanan lebih untuk Kota Bandung sendiri. Memang, Bandung sebagai kawasan wisata dituntut untuk segera membenahi diri dalam hal pelayanan publik dan akses umum. Jika kita lihat, berbagai kawasan di Kota Bandung memang perlu dibenahi dalam urusan fasilitas untuk pejalan kaki ini. Kita bisa melihat salah satu contohnya di kawasan Cicadas Bandung, dimana hak pejalan kaki di sana telah "dirampas" oleh para pedagang kaki lima yang berjejer sepanjang sisi jalan depan pertokoan-pertokoan.