Review

Mengenal Sejarah Babakan Surabaya dan Kebon Kawung




Jika Anda melihat peta atau biasa jalan-jalan di Kota Bandung, mungkin tidak asing dengan nama jalan permukiman atau jalan yang berasal dari daerah lain. Berikut ini di antaranya:

1. Babakan Surabaya


Babakan dalam bahasa Sunda bisa diartikan 'Kampung Baru'. Babakan Surabaya adalah nama tempat di daerah Kiaracondong. Lahirnya nama Babakan Surabaya tak lepas dari sejarah perkembangan militer di Kota Bandung. Ketika tahun 1898 pabrik mesiu di Ngawi dan Artillerie Constructie Winkel (ACW) alias pabrik senjara di Surabaya dipindahkan ke Kota Bandung. 

Kala itu, pemindahan instalasi militer dilakukan juga dengan pemindahan mesin-mesin/peralatan dan para pekerja. Maka, untuk penempatan pekerja dipilih daerah Kiaracondong. Pendirian permukiman baru itu kemudian dikenal dengan nama Babakan Surabaya. Adapun pusat kegiatan ekonomi dan sosial pendatang dari Jawa Timur tersebut adalah Pasar Kosambi. Kala itu  belum ada Pasar Cicadas dan Pasar Kiaracondong. Maka tak heran, di Kosambi kala itu bisa ditemukan para pedagang khas Jawa: rujak cingur, tiwul, pecel, hingga jamu-jamuan.  Sekitar 1919, ambtenaar orang Jawa yang agak terpandang sekitar 26 orang.

2. Babakan Bogor/Kebon Kawung

Ini adalah kampung paling tua di Bandung selain Cikalintu, Cikapundung kolot, dan Balubur. Pada akhir Abad ke-19, pernah tinggal kurang lebih 400 orang dari Bogor. Mereka adalah buruh bengkel kereta api yang ikut membangun jaringan rel kereta api dari Bogor ke Bandung. Nah, kebetulan tempat permukiman para pekerja kereta api tersebut banyak terdapat pohon kawung (enau), sehingga disebut Kebon Kawung. Adapun pohon kawungnya sendiri terakhir yang tersisa disambar petir pada tahun 1975. 

Di dekat Kebon Kawung juga dulu dikenal Jalan Mawar. Daerah ini dikenal karena ada kurang lebih satu hektar kebun mawar yang sengaja ditanam penduduk. Kini Jalan Mawar ini lebih dikenal dengan nama Jalan H. Mesri. Sementara di Bandung juga terdapat Pecinan yang lokasinya dekat dengan Pasar Baru. Adapun untuk perkampungan Arab dikenal dengan Gang Alkateri dan Gang Aljabri yang dihuni 15 kepala keluarga dengan anggota kurang lebih 125 orang.