Review

Taman Alun-alun Bandung: Konsep Paduan Taman Ekologis dan Interaksi Sosial




Ditandai dengan penandatanganan batu prasasti dan pelepasan balon oleh Walikota Bandung, Ridwan Kamil, Taman Alun-Alun Bandung resmi dibuka pada Rabu, 31 Desember 2014. Taman yang menjadi ikon Kota Bandung ini diharapkan menjadi ruang publik yang bisa memberikan nuansa baru bagi kenyamanan dan keindahan Kota Bandung. Peresmian taman yang dikerjakan tiga bulan ini merupakan salah satu kegiatan dalam rangkaian acara menyambut pergantian malam tahun baru di Kota Bandung. 

Pada peresmian di penghujung tahun 2014, para jajaran birokrasi berbaur dengan masyarakat. Uniknya, seluruh pengunjung yang datang termasuk para pejabat nyeker alias tidak mengenakan alas kaki. Hal tersebut dimaksudkan untuk menjaga agar rumput sintetis tidak cepat rusak. Namun, bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana Taman Alun-Alun, memang tidak ada larangan untuk melepas alas kaki.

Inilah Kondisi dan Fasilitas Taman Alun-Alun
Taman seluas 1.2000 meter persegi ini sebenarnya berdiri di atap sebuah bangunan parkir. Alasnya terbuat beton dimana hal ini tidak memungkinkan untuk menanam rumput asli. Kalaupun tetap dipaksakan ditanam, selain memakan biaya perawatan lebih mahal rumput asli dipastikan tidak akan bertahan lama terutama dalam kondisi curah hujan yang cukup tinggi.

Taman  yang menjadi halaman Masjid Raya Bandung ini luasnya1,2 hektar ini nantinya akan dihiasi pula dengan taman bunga empat warna. Bunga-bunga tersebut saat ini memang belum berkembang lantaran baru ditanam beberapa hari ke belakang. Ketika nanti mulai berbunga, warna ungu, hijau, merah dan kuning menghiasi taman tersebut. Di sebelah utara, taman ini juga dilengkapi dengan arena bermain anak yang cukup luas. Di sana terdapat berbagai mainan seperti ayunan, perosotan serta jungkat-jungkit.

Masih di sebelah utara taman, sebuah halte bus yang cukup panjang melengkapi fasilitas di taman pusat kota ini. Agar tidak jenuh menunggu bus, warga bisa duduk-duduk santai di atas tulisan Alun-alun Bandung raksasa sambil menikmati keindahan taman. Taman ini nantinya akan lebih terang dengan dipasangnya puluhan lampu berdaya listrik dari panel surya (solar cell) di sekelilingnya. Rencananya fasilitas lain yang akan disediakan salah satunya adalah perpustakaan.

Taman Alun-Alun dari masa ke masa
Wajah Taman Alun-Alun Bandung kini memang sangat berbeda. Ketika sebelum direvitalisasi, penataan taman ini seakan tanpa keseriusan. Penataan taman dari waktu ke waktu tidak ada yang unik, bahkan cenderung monoton. Bahkan taman ini terkesan semrawut karena kehadiran para pedagang yang menganggu ruang publik tersebut. Para padagang biasanya menumpuk di depan Masjid Agung dan jalan raya di pinggir taman, dari Jalan Dalem Kaum hingga ke arah Jln. Asia Afrika (seberang  BRI tower).

Tampilan sebelum direvitalisasi, ruang tengah Alun-alun ini tampak sempit dengan hiasan pot-pot tanaman berukuran besar. Setelah pot-pot tersebut disingkirkan dan diganti dengan lapangan rumput sintetis berwarna hijau, kini ruang tersebut menjadi lebih luas dan bisa dipakai untuk kegiatan msyarakat. Kini, dengan direvitalisasinya taman ini mungkin bisa jadi salah satu pilihan untuk mengajak keluarga piknik dan menghabiskan akhir pekan dengan biaya yang tentu saja murah. Selain itu, tentunya pula masyarakat dituntut untuk bisa menjaga kenyamanan taman ini. Jangan sampai taman ini hanya wah di awal tapi kemudian melempem kembali.