Review

Banjir Bandung Selatan Tak Menyurutkan Wisatawan Menikmati Liburan Akhir Tahun




Banjir Bandung Selatan sedikitnya mempengaruhi pada sektor wisata, terutama destinasi wisata yang ada di daerah Banjaran, Dayeuhkolot, Baleendah, Ciparay, Majalaya. Beberapa titik kawasan wisata ada di daerah Banjaran. Tempat wisata (wisata alam dan wisata kuliner) di daerah ini otomatis terganggu. Namun, wisatawan masih bisa menikmati kawasan wisata lain di Bandung Selatan yang ada di daerah Ciwidey atau Pangalengan. 

Masyarakat di luar sudah bisa memilah berita tentang banjir Bandung Selatan ini. Walaupun image Bandung Selatan selama ini selalu dicap daerah langganan banjir. Jadi, yang terkena musibah banjir memang kawasan Bandung Selatan (arah timur). Bukan kawasan Ciwidey (arah barat) dan sekitarnya.

Dari pantauan wisatabdg.com, berbagai objek wisata Bandung Selatan menjadi tujuan wisata. Keadaan tersebut bisa dilihat di objek wisata alam kawasan Ciwidey, seperti Kawah Putih, pemandian air panas, dan Situ Patengan. Memang, untuk mencapai lokasi wisata di Ciwidey arus lalu-lintas tidak terlalu terganggu seperti halnya di kawasan Baleendah dan sekitarnya. Untuk menuju Ciwidey, wisatawan masih bisa melewati Jalan Kopo - Sayati - Soreang - Ciwidey tanpa hambatan berarti; selain hujan yang kerap mengguyur hampir tiap hari.

Tingkat kunjungan yang tidak terpengaruh pemberitaan banjir ini, diakui oleh Bagian pemasaran objek wisata Kawah Putih, Dedi Heryana, 

"Kunjungan wisatawan dari berbagai daerah mulai meningkat sejak Sabtu (20/12/2014). Jika pada hari libur akhir pekan biasa rata-rata kunjungan perhari antara 1000-2000 orang, pada saat musim libur Natal dan tahun baru yang berbarengan dengan libur sekolah ini, perhari di atas 5000 wisatawan. Informasi bencana banjir di Bandung Selatan serta cuaca yang tak menentu saat ini, ternyata tidak mengurangi animo wisatawan tetap tinggi," ujar Dedi Heryana.

Informasi soal bencana banjir dan tak menentunya cuaca saat ini, tidak memengaruhi kunjungan wisatawan,
"Para calon wisatawan yang akan datang ke Bandung Selatan sudah mengetahui, bencana banjir di Bandung Selatan ini tidak berdampak ke tempat-tempat wisata alam yang ada di kawasan Rancabali. Selain itu, banyak juga perusahaan biro perjalanan yang mengalihkan kunjungannya ke tempat kami. Karena kabarnya di objek wisata alam di tempat lain cukup mahal," ujarnya.

Tingkat kunjungan wisatawan saat ini tak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Diperkirakan kunjungan akan semakin meningkat pada malam pergantian tahun. Prediksi Dedi, kemungkinan tingkat kunjungan wisatawan akan terus meningkat. Karena ini belum mencapai puncaknya. Adapun wisatawan yang datang ke Kawah Putih ini, banyak yang datang dari kawasan Jabodetabek, Jateng, Jatim, Kalimantan, Sumatera, hingga dari mancanegara terutama dari Malaysia.

Kawasan Wisata Putih Dibuka Hingga Pukul 21.00 WIB

Menjelang liburan tahun  baru, objek wisata Kawah Putih dibuka sampai pukul 21.00 WIB. Pihak pengelola sudah memasang lampu dan memagari semua tepian danau untuk keamanan pengunjung. Pembukaan tempat wisata hingga jam tersebut, untuk mengakomodasi pengunjung yang tiba di kawasan objek wisata Bandung Selatan pada malam hari. Apalagi, saat musim libur panjang seperti sekarang, kemacetan panjang tak jarang menyergap jalan-jalan menuju objek wisata.

Selain itu, para wisatawan yang akan berkunjung ke kawasan wisata Ciwidey dihimbau untuk mempersiapkan diri, seperti membawa payung, memakai baju hangat, hingga obat-obatan pribadi. Tentunya pula patut diwaspadai cuaca tak menentu. Maklum saja cuaca di kawasan Ciwidey cukup dingin dan akhir-akhir ini selalu turun hujan. Hal lainnya, tentu juga kenikmatan Anda berwisata akan terasa bedanya dibandingkan dengan di luar musim penghujan seperti sekarang ini.  


Banjir 2014 Lebih Parah Dibanding Banjir 2010

Pemberitaan banjir Bandung Selatan, khususnya di pertengahan hingga akhir Desember 2014 memang menjadi trending. Musibah banjir yang terjadi di penghujung 2014 menjelang tahun baru 2015 ini memang lebih dahsyat dibanding banjir yang terjadi pada 2010 lalu. Berdasarkan pantauan wisatabdg.com ke daerah yang terdampak banjir di beberapa titik, terlihat genangan air dari yang selutut hingga sampai atap rumah. Hujan yang beberapa hari mengguyur kawasan Bandung ini sampai berita ini ditulis membuat air belum surut.  


Kepala Harian Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Bandung, Marlan mengungkapkan, hingga Selasa (23/12/2014) banjir masih terus merendam wilayah Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang. Sementara, sekitar 6.300 warga menempati 22 titik pengungsian.

“Tempat pengungsian di Baleendah ada 8 titik pengungsian, di Dayeuhkolot 13 titik, dan di Bojongsoang 1 titik. Air juga masih merendam jalan utama Dayeuhkolot dengan ketinggian 40 cm. Akses Jalan Dayeuhkolot masih terputus,” ujar Marlan kepada awak media.

Terganggunya Sektor Ekonomi

Banjir ini menimbulkan efek terganggunya aktivitas perekonomian masyarakat dan juga arus transportasi. Berdasarkan pantuan langsung wisatabdg.com, Jalan Bojongsoang menjadi alternatif para pengendara. Para pengendara pun terjebak kemacetan. Maka tak heran, dari pagi hingga dini hari kemacetan mengular di sepanjang Jalan Bojongsoang, terutama menjelang Jembatan Citarum Lama dan Jembatan Citarum Baru (dekat SPBU) yang kali ini terkena banjir juga. Banyak kendaraan yang mogok ketika melewati titik ini. 

Banjir yang melanda Bandung berimbas pula pada laju ekonomi pabrik-pabrik yang ada di sekitar kawasan banjir. Kurang lebih 90% pabrik di Kawasan Industri di Jalan Mohammad Toha hingga ke Dayeuh Kolot, harus menghentikan produksi karena banjir. Sepanjang Jalan Mohammad Toha hingga Dayeuh Kolot didominasi oleh pabrik tekstil dan garmen. Di kawasan ini, terdapat hampir 200 pabrik tekstil di kawasan industri tersebut dengan perkiraan 200.000 karyawan, yang menghentikan operasinya.*(Tim liputan wisatabdg.com)