Review

Malam Tahun Baruan Bersama Ebiet G Ade di Saung Angklung Udjo




♦ Nama Event: Tahun Baruan Bersama Ebiet G Ade di Saung Angklung Udjo
♦ Tanggal : 31 Desember 2013
♦ Tempat : Saung Angklung Udjo – Jln. Padasuka 118, Bandung
♦ Waktu : 19.00 – 24.00 WIB
♦ Harga tiket masuk : Rp. 150.000,-
♦ Pendukung acara:
- BIETcoustic
- Saung Angklung Udjo
♦ Reservasi:
- 0812 213 5030 | 0859 7457 3611 (Yani Handayani)

Abid Ghoffar bin Aboe Dja'far  atau lebih dikenal dengan nama Ebiet dikenal dengan lagu-lagunya yang bertemakan alam dan duka derita kelompok tersisih. Lewat lagu-lagunya yang ber-genre balada, pada awal kariernya, ia 'memotret' suasana kehidupan Indonesia pada akhir tahun 1970-an hingga sekarang. Tema lagunya beragam, tidak hanya tentang cinta, tetap ada juga lagu-lagu bertemakan alam, sosial-politik, bencana, religius, keluarga, dll. Sentuhan musiknya sempat mendorong pembaruan pada dunia musik pop Indonesia.

Ebiet sempat merajai dunia musik pop Indonesia di kisaran tahun 1979-1983. Sekitar tujuh tahun Ebiet mengerjakan rekaman di Jackson Record. Pada tahun 1986, perusahaan rekam yang melambungkan namanya itu tutup dan Ebiet terpaksa keluar. Ia sempat mendirikan perusahaan rekam sendiri EGA Records, yang memproduksi 3 album, Menjaring Matahari, Sketsa Rembulan Emas, dan Seraut Wajah. 

Sebagian besar lagu Ebiet G. Ade didasarkan tentang bencana. Di bulan Juni 1978, ia menulis " Berita Kepada Kawan " setelah bencana gas beracun di Dataran Tinggi Dieng. Pada tahun 1981, ia menulis " Sebuah Tragedi 1981 " mengenai tenggelamnya KMP Tampomas II di Kepulauan Masalembu. Setelah letusan Gunung Galunggung pada 1982, ia menulis " Untuk Kita Renungkan ". Lagu " Masih Ada Waktu " juga didasarkan saat kejadian kecelakaan kereta api Bintaro.