Review

Pemeriksaan Kelaikan Bus dan Pemeriksaan Urine Sopir Bus di Terminal Leuwipanjang




Dalam rangka jelang Natal dan tahun baru 2015, pada 24 Desember 2014 diadakan sidak di Terminal Leuwipanjang. Pada sidak kali ini, Dinas Perhubungan Jabar bersama Dirlantas Polda Jabar menggelar sidak untuk memeriksa kelaikan bus jelang masa liburan tahun Baru 201.5. Personil gabungan diturunkan untuk melakukan pemeriksaan bus mulai dari kelengkapan surat, kondisi fisik, hingga kelaikan komponen kendaraan.

Dalam sidak kali ini, bukan hanya pemeriksaan fisik kendaraan saja. Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Barat bersama Dinas Perhubungan Jawa Barat juga melakukan pemeriksaan tes urine kepada para sopir bus. Menurut hasil laporan, hasilnya tidak ditemukan awak bus yang terindikasi positif menggunakan narkoba.

Kabid Pemberantasan BNNP Jabar AKBP Dicky Sapta menuturkan, tes urine terhadap awak bus dilakukan jelang Natal dan Tahun Baru 2015. Hal ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada penumpang.

"Kita memeriksa para pengemudi atau sopir bus AKDP dan AKAP demi keselamatan penumpang. Jadi kegiatan ini bukan hanya dilakukan menjelang lebaran saja," katanya kepada awak media, Rabu (24/12/2014).

Berdasarkan pantauan langsung wisatabdg.com, pada kegiatan kali ini setiap sopir diperiksa kesehatannya dengan pengecekan tensi darah. Para sopir kemudian diberikan botol sampel untuk dilakukan tes urine. Menurut penjelasan Kabid Pemberantasan BNNP Jabar, hasilnya bisa diketahui saat itu juga. Dalam pemeriksaan, jika ditemukan hasil yang positif maka akan dilakukan tindakan pemeriksaan lain. Dalam hal ini sejauh mana tingkat penggunaan sopir tersebut. Namun, dalam pemeriksaan kali ini nihil, tak ditemukan sopir yang menggunakan narkoba. 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala UPT Terminal Dinas Perhubungam Kota Bandung Iya Sunarya menjelaskan bahwa tes urine dilakukan menjelang keberangkatan bus.

"Ini untuk mengetahui kondisi kelayakan sopir sebelum membawa kendaraan. Jadi, bukan hanya fisik bus saja yang diperiksa, tetapi juga fisik pengemudinya juga," Iya Sunarya menjelaskan kepada para awak media. *(Tim liputan wisatabdg.com)