Review

Ajang Pameran Kuliner dan Pentas Seni di Kopo Culinary Night




Sore menjelang magrib, terlihat motor-motor mulai berjejer di sebelah selatan Lapangan Tegal Caang, Kopo, Bandung. Hari Sabtu, 24 Januari 2015 Karang Taruna Kelurahan Kopo sedang menyelenggarakan event Kopo Culinary Night. Lapangan yang jaraknya tak jauh dari stopan perempatan Kopo ini menyajikan aneka stand kuliner dan hiburan dari tradisional hingga modern. Walau ba'da Magrib hujan deras mengguyur, namun sekitar pukul delapan malam hujan pun mereda. 

Setelah hujan reda, meskipun diiringi hujan yang masih turun rintik-rintik, antusiasme masyarakat sekitar Kopo untuk mengunjungi event Culinary Night di Kelurahan Kopo ini mulai terlihat. Bapak-bapak Hansip dibantu dari pihak LSM terlihat mengatur parkir kendaraan yang lokasinya berada di dekat gapura masuk event. Panggung pun mulai hingar bingar oleh suara MC berlanjut dengan sajian aneka hiburan yang merupakan kamonesan dari warga Kelurahan Kopo sendiri. Acara ini adalah bentuk kreativitas dari Karang Taruna Kelurahan Kopo dimana dengan semangat kebersamaan sebagai urang Kopo, mereka berjibaku mewujudkan event tersebut.

"Kami menyelenggarakan Culinary Night ini atas inisiatif dari para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Kelurahan Kopo. Persiapannya sih sekitar lebih satu bulanan. Untuk dananya sendiri dari hasil swadaya dan juga rereongan dari warga yang peduli  terhadap kegiatan di wilayah kami ini," jelas Budiman, Ketua Karang Taruna Kelurahan Kopo.

Menurut Budiman, kegiatan ini tak lain sebagai ajang untuk silaturahmi warga Kopo dan sekitarnya. Selain itu, event untuk ajang wadah unjuk kreativitas dan potensi kuliner yang ada di wilayah Kelurahan Kopo. Kegiatan ini mungkin sebagai bentuk "militansi" para pemuda di wilayah Kopo yang ingin membangkitkan semangat kebersamaan di kalangan warga. Panitia bersama pihak lain yang mendukung Kopo Culinary Night ini, dari prakegiatan warga bahu membahu untuk mewujudkan event edisi munggaran ini. Para pemuda dan warga yang peduli terlibat dari mulai pembentukan panitia; kegiatan pengumpulan dana; promosi di media sosial hingga talk show di sebuah stasiun radio; membabad rumput Lapangan Tegal Caang yang selama ini menjadi lahan tidur; hingga urusan penataan parkiran di lokasi. 

"Untuk kegiatan ini, pihak panitia juga punya misi mulia lain yaitu diadakannya kegiatan bakti sosial berupa sumbangan ke anak-anak yatim," demikian kata Nisya, salah seorang panitia. Adapun untuk pengisi stand-stand, terlihat ada lebih dari 40 stand yang berpartisipasi dalam kegiatan ini. Aneka stand kuliner terlihat berjejer dari stand makanan tradisional, stand kue, stand oleh-oleh Bandung, dan sebagainya.

Di panggung hiburan yang dipasang di sebelah utara, potensi seni-budaya Kelurahan Kopo unjuk kabisa dari tabuhan rebana majlis taklim, pencak silat, akustikan, dan pertunjukan seni lainnya. Boleh dibilang acara Kopo Culinary Night ini terlihat hidup. 

Apalagi lokasi acara yang mudah dijangkau dan dekat dengan jalan raya yang selalu ramai oleh arus kendaraan. Para pengunjung bisa melihat lokasi Culinary Night dengan adanya tanda umbul-umbul yang dipasang di pinggir jalan sebelum stopan Kopo. Lokasi lapangannya pun terbilang cukup luas. Penataan panggung dan stand-stand pun cukup apik.

Adapun sedikit kendala mungkin bagian lapangan pas arah gapura masuk ke lokasi yang agak becek karena tersiram guyuran hujan. Untuk hal-hal lainnya bisa dikatakan recommended untuk event Cullinary Night sekelas wilayah kelurahan di Kota Bandung. Hal ini bisa terlihat dari antusiasme masyarakat dari anak-anak, remaja, hingga orang tua yang tumpah ruah di Lapangan Tegal Caang. Begitu pula transaksi di masing-masing stand pun lumayan ramai.

"Kami berharap event Culinary Night ini ke depannya bisa diselenggarakan rutin. Itu sedang kami pikirkan konsep dan pola kerja sama di pihak intern kami juga dengan pihak internalnya, baik sponsor, pihak kelurahan, pihak kecamatan, serta pihak lainnnya. Mungkin kami akan lebih memperluas jaringan sponsorhip dan juga berharap dukungan lebih dari pihak terkait, terutama birokrasi. Insya Allah, kami dari pihak Karang Taruna akan lebih maksimal lagi dalam menggarap event di wilayah kami tercinta ini," pungkas Budiman sambil mendampingi Lurah Bojongloa Kaler yang sedang melihat-lihat di sekitar lokasi serta mengamati jalannya kegiatan. (Abah Amin)