Review

Animo Masyarakat Terhadap Sinetron "Preman Pensiun"




Sumber: https://twitter.com/uyanromyan
"Ah, aing mah kalahkah siaran bola Timnas. Jadi we Preman Pensiun teu ditayangkeun!" Itulah salah satu ungkapan kekesalan yang diungkapkan salah seorang penggemar sinetron "Preman Pensiun" yang ditulis di Twitter. Pamor sinetron tentang dunia preman dengan setting di Kota Bandung ini kini kian naik daun dan menjadi trending topic khususnya di Tatar Sunda sendiri dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Bukti sinetron tengah digemari, masyarakat pun mulai kini mulai akrab dengan nama-nama para tokoh yang bermain di "Preman Pensiun" seperti Kang Bahar, Kang Mus, Kang Komar, Jamal, Dikdik, Imas, Yuyun, Emak, Pipit, Murad, hingga sosok Ceu Edoh yang lugu dan kerap dipanggil Syahrini oleh Ceu Esih dan dipanggil Icih oleh Ema. Begitu pula dengan kawasan-kawasan di Kota Bandung yang lebih dikenal, misalnya Taman Lansia yang kini telah ganti julukan menjadi Taman Cuanki, tempat Ubed dan Dewi mojok.

Sinetron karya Aris Nugraha ini telah mampu menghipnotis khususnya masyarakat Bandung. Aspek kedekatan cerita dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Bandung menjadi salah satu daya tarik sinetron ini. Ditambah lagi sosok-sosok yang mengisi cerita "Preman Pensiun" mampu menjungkirbalikkan stigma sinetron yang menjual kecantikan, kegantengan, atau gaya hidup mewah yang akhir-akhir ini membuat masyarakat agak jengah. Di sinetron ini, kepolosan dan keluguan para tokoh menjadi ciri khas plus gaya logat Sunda yang dibawakan tidak dibuat-buat. Maklum saja, para pemainnya sebagian besar memang bisa berbahasa Sunda dengan fasih. 

Daya tarik lainnya yang membuat sinetron ini mampu merebut hati pemirsa adalah kekocakan-kekocakan yang kerap ditampilkan. Selain lingkaran cerita dari beragam sosok yang punya ciri khas sendiri, arah cerita pun sulit ditebak sehingga bikin penasaran penonton. Tokoh-tokoh dalam "Preman Pensiun" pun tidak menganut pola dominasi. Dalam hal ini, setiap tokoh punya ciri khas dan porsi dengan gaya tersendiri. Maka tak heran kian hari sinetron ini makin diminati. Selain itu, nilai-nilai yang kerap diselipkan dalam sinetron ini mampu mengugah rasa para penikmatnya. Jadi, walaupun bercerita tentang preman dan adegan-adegan bodor, namun ada banyak hikmah kehidupan yang diselipkan dalam dialog/adegan tanpa kesan menggurui penonton.

Kedekatan Sinetron Preman Pensiun dengan Masyarakat

Sumber:
https://twitter.com/nanaadinoer
https://twitter.com/nizaar_ibrahim
https://twitter.com/didandd



Faktor kedekatan para pemain pun tak bisa dilepaskan. Sejak awal kemunculannya, para pengguna media sosial, khususnya Twitter, banyak yang mencari siapa sih para pemain yang main di sinetron "Preman Pensiun?". Ketika para penggemar akhirnya menemukan akun Twitter para pemain, komunikasi dan interaksi pun terjadi. Mereka tak sungkan untuk mengomentari para pemain dan para pemain pun tak sungkan untuk membalas komentar-komentar para penggemar. Di sini ada rasa kebersamaan dan rasa kedekatan antara penggemar dengan aktor/aktris "Preman Pensiun". 

Khusus untuk masyarakat Bandung, setting-setting tempat yang dijadikan lokasi syuting membuat sinetron ini makin mengena di masyarakat Kota Kembang sendiri. Belum lagi dengan ikonisasi Bandung seperti Persib yang turut dilibatkan dalam sinetron yang ditayangan setiap Senin hingga Sabtu pukul 17.00 ini. Para pecinta fanatik tim Maung Bandung baru kali ini melihat sosok sang pelatih Djajang Nurjaman bermain sebagai cameo di sinetron ini. Percakapan Kang Djanur dengan Kang Mus di depan Lapangan Sidolig, walaupun sekilas mampu memberikan kebanggaan tersendiri bagi para penggemar Persib.

Sumber: https://twitter.com/rahmaputri
Sinetron ini juga memberi ruang kepada para tokoh Bandung untuk "ambil bagian" berperan. Misalnya sosok budayawan dan seniman Bandung, Kang Aat Suratin yang berperan menjadi sahabat Kang Bahar (Didi Petet). Bahkan, sosok Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, pun ikut  menjadi cameo dalam sinetron karya Aris Nugraha ini. Sosialiasasi program-program pemerintah Kota Bandung diselipkan dalam adegan ketika ada warga  yang melapor karena merasa diintimadasi oleh sikap para preman yang  menjadi kaki tangan developer. 

Kisah bumbu cinta juga menjadi daya tarik sinetron ini. Juga bagaimana kisah batin karena asmara mampu mengobrak-abrik suasana batin para penggemar. Bagaimana kisah Imas yang mentok cintanya pada Dikdik. Kisah Kinanti yang galau karena hubungan cintanya dengan Adit terbentur status orangtuanya yang preman. Kisah cinta para copet yang berhasil dimodus oleh satu orang perempuan asal Garut. Atau kisah Kang Komar yang garang kepada anak buah dan tak mampu menahan hasrat gampang jatuh cinta, namun tak mampu menahan amukan dari sang istri tatkala tutup panci kerap melayang kepadanya.