Review

Bunga Bangkai Merekah di Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Juanda, Dago




Pada Minggu, 15 Februari 2015, sekitar pukul 16.00 bunga bangkai koleksi Tahura mulai merekah. Tumbuhnya bunga bangkai di Bandung ini menjadi momen langka dan jadi trending topic di media sosial. Bunga dengan nama Latin Amorphophallus Titanium ini kini mulai ramai dikunjungi. Bunga bangkai raksasa ini mulai tumbuh sejak 26 Januari 2015. Amorphophallus adalah nama marga tumbuhan dari suku talas-talasan (Araceae). Bunga dan tumbuhan vegetatifnya (daun) tumbuh bergantian. Bunganya pada waktu-waktu tertentu mengeluarkan bau bangkai yang keras, sehingga umum dinamai sebagai bunga bangkai. Beranggotakan sekitar 200 spesies, herba berumbi ini menyebar di wilayah tropika dan ugahari. 

Bunga bangkai raksasa Amorphophallus titanum terkenal karena memiliki bunga terbesar, yang ukurannya mencapai tinggi 2,5 meter dan lebar 1,5 m. Bunga Amorphophallus gigas tingginya dapat melebihi bunga A. titanum, namun dengan tangkai bunga yang panjang; ‘kuntum’ bunganya sendiri relatif lebih pendek. Keduanya tumbuhan endemik dari hutan-hutan Sumatera.

Bunga bangkai yang ada di Bandung ini, saat awal tumbuh bentuknya masih kuncup. Kemudian spesies titanum itu terus tumbuh. Dalam hitungan minggu tingginya kini mencapai sekitar 2 meter. Pada awalnya, bunga ini tingginya hanya sekitar 50 sentimeter. Memasuki minggu ketiga tingginya sudah 2,2 meter. Dalam waktu tiga sampai empat hari lagi diprediksi akan mekar. Saat bunga mekar, maka saat itu pula bau menyengat keluar dari kelopaknya.

Di Tahura sebenarnya ada 4 bunga bangkai raksasa yang bibitnya sengaja dibawa dari Bengkulu pada Desember 2006. Pada Januari 2007 bibit tersebut mulai ditanam. Dari jumlah tersebut baru tiga bunga yang sudah mekar yakni pada Januari 2010, Desember 2012, dan yang sekarang muncul sejak tanggal 26 Januari 2015. 

Tanaman tersebut masing-masing memiliki waktu yang bervariasi saat berbunga. Bunga bangkai mengalami dua fase dalam hidupnya yang berlangsung secara bergantian dan terus menerus, yakni fase vegetatif dan fase generatif. Sementara bunga bangkai berbeda dengan rafflesia arnoldi. Secara fisik bunga bangkai memiliki daun dan batang yang tumbuh menjulang tinggi sedangkan bunga rafflesia hidup sebagai parasit pada inang tertentu tanpa batang dan daun dan bunganya merebah di tanah.

Peta lokasi Tahura: Lihat di sini