Review

Haleuang Lagu-Lagu Sunda di Padepokan Seni Mayang Sunda





Tanggal 21 Februari biasa diperingati sebagai Bahasa Ibu Sedunia. Pada tahun ini, para seniman Sunda di Bandung pun mengadakan kegiatan untuk mendukung peringatan Bahasa Ibu 2015. Bertempat di Padepokan Seni Mayang Sunda, Jln. Peta no. 209 Bandung dihelat "Gelar Seni Sunda - Mieling Poe Basa Indung 2015". Pada event ini dimeriahkan oleh artis-artis Sunda yang tergabung dalam Paguyuban Seniman Rekaman Tatar Sunda (Panaratas).

Acara yang digelar mulai pukul 19.00 ini cukup menyedot antusiasme masyarakat. Pengunjung menyemut dari luar hingga arena pertunjukan yang ada di dome Padepokan Seni Mayang Sunda. Aneka hiburan dari penyanyi pop Sunda dan kamonesan dari sanggar-sanggar seni menghangatkan Padepokan Seni Mayang Sunda di malam Minggu ini.

Acara dibuka dengan sambutan Kepala UPT Padepokan Seni Mayang Sunda (Disbudpar Bandung), Sri Susiagawati SE,MM.  Sri mengemukakan dalam sambutannya pergelaran bersama Panaratas itu kebetulan bersamaan dengan HBII (Hari Bahasa Ibu Internasionaal), maka tema pergelaran ini yaitu 'Mieling Poe Basa Indung Sadunya'. Ia juga menyatakan bahwa sudah merupakan kewajiban warga Jabar untuk melestarikan bahasa Sunda sebagai bahasa ibu. Selain itu pergelaran ini juga sekaligus memperingati dicanangkannya nama dan logo Mayang Sunda yang merupakan hasil sayembara pada akhir 2012. Sambutan pun kemudian dilanjutkan oleh Sekretaris Disubdpar Bandung.


Ketua Umum Panaratas, H Dose Hudaya SE,SH,MH  mengemukakan bahawa Panaratas menggelar kesenian Sunda kegiatan ini tujuannya sebagai bentuk keperdulian Panaratas terhadap eksistensi bahasa ibu. Selain itu, event ini untuk lebih mempererat tali silaturahmi di antara seniman Sunda, khususnya seniman musik. Adapun tujuan umummnya untuk menghibur masyarakat pencinta seni Sunda. 

Pada pementasan yang dihelat kali ini, penyanyi Rya Fitria melantunkan lagu "Bogoh Ka Saha" dan "Jalir Jangji". Sementara penembang senior, Neneng Fitri  juga ikut menyumbangkan haleuang-nya. Pertunjukan lainnya adalah dari Salma Kurnia. Penyanyi yang tergabung dalam DH Productions ini menyanyikan lagu "Malaikat Cinta" dan "Sakur Ngimpi". Pertunjukan dengan MC Neo D'Bodor, Kusye dan Benny Syafaat ini juga diselingi dengan penampilan Reog Goletrak dan Jaipong Fitria. Kemeriahan terus berlangsung dengan munculnya penyanyi senior Sunda, H. Dody Mansyur yang kali  ini membawakan lagu "Nasib" dan "Ros Bodas".


Penampilan diva pop Sunda Nining Meida yang membawakan lagu "Potret Manehna" mampu menyedot apresiasi pengunjung yang sebagai langsung ngibing mengikuti irama musik dan lagu. Kehadiran penyanyi yang pernah mengadakan konser tunggal di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) pada 2012 ini, semakin menarik perhatian pencinta lagu pop Sunda. Apalagi ketika Nining menyanyikan lagu "Jol", penonton tambah antusias. Lagu ciptaann Doel Sumbang tersebut mampu mengundang sebagian penonton untuk terus ngengklak malah ada yang naik ke atas panggung. Suara wanita penyanyi asal Banjaran ini masih terjaga dan mampu menghangatkan Padepokan Mayang Sunda malam itu.

Suasana pertunjukan lagu pop Sunda ini tambah meriah dengan kehadiran seniman moyan dari Bandung, Doel Sumbang. Lagu "Bulan Batu Hiu" yang dibawakannya mampu menghipnotis para pengunjung hingga merangsek ke bibir panggung. Kang Doel pun mengajak para hadirin untuk lebih mencintai Sunda dan membiasakan menggunakan bahasa Sunda, termasuk mencintai lagu-lagu Sunda.

Sekaligus ia pun mengumumkan jika tidak ada aral melintang, pada pertengahan Maret 2015 ia akan mengadakan konser khusus untuk menghibur masyarakat pencinta lagu Sunda di Padepokan Seni Mayang Sunda.

Lantunan "Es Lilin" yang dibawakan artis cantik Rita Tila mampu memuaskan para pengunjung yang datang. Penyanyi yang dikenal dengan group musik Sambasunda ini menutup pementasannya dengan lagu "Bangbung Hideung". Pada akhir acara Disbubpar Bandung memberikan penghargaan kepada Dose selaku ketua umum Panaratas, H Dose Hudaya SE,SH,MH. * Tim liputan wisatabdg.com