Review

Meet and Greet dan Nobar Preman Pensiun di Garut, 24 Februari 2015





Animo masyarakat terhadap sinetron "Preman Pensiun" bukan hanya terasa di Kota Bandung, namun di kota lainnya juga. Salah satunya di Kota Intan, Garut. Untuk mengobati rasa penasaran sekaligus sebagai ajang silaturahmi, pada Selasa, 24 Februari 2015 diadakan meet and greet alias tepung lawung para talent dan kru "Preman Pensiun" di Kota Garut. Kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi sekaligus untuk ajang refershing talent dan kru di sela-sela jeda menjelang kembali melakukan aktivitas syuting di season 2 yang diagendakan pada awal Maret 2015 nanti.

Selasa pagi (24/02/2015), para pemain dan kru terlebih dahulu berkumpul di basecamp "Preman Pensiun" di Jalan Lodaya. Pukul 8 lebih, mereka mulai berangkat ke Garut bersama-sama menggunakan bus. Dengan koordinator juru abring-abringan para pemain yaitu Kang Sandi Tile (pemeran Amin), para pemain dan kru mulai berangkat ke Garut. Adapun acaranya sendiri digelar di Cafe Carli Chaplin di kawasan bisnis Swiss van Java Garut City Walk. Acara ini selain ajang anjangsana dengan masyarakat Garut juga digelar nonton bareng "Preman Pensiun" episode terakhir season 1.

Keberangkatan pada pagi hari sengaja dilaksanakan karena para pemain dan kru terlebih dahulu akan rehat di Karang Pawitan. Mereka mengunjungi kampung halaman sang penulis skenario dan sutradara "Preman Pensiun", Kang Aris Nugraha. Kebetulan Kang Aris sendiri tidak bisa ikut serta karena sedang sakit. Pemain sampai di Karang Pawitan, Garut pada siang hari dan langsung ngalempengkeun heula awak alias beristirahat dulu di rumah. Di sini, para pemain dan kru mancing di balong (kolam) dan botram (makan bareng) mengisi perut.

Rempug Jukung Sauyunan 
Rempug jukung sauyunan, rasa kebersamaan di antara para pemain dan kru begitu terasa. Masing-masing bahu-membahu dalam kegiatan ini. Ini terlihat saat para pemain dan kru sekitar pukul 2 siang lebih saat tiba  di lokasi meet and greet di kawasan Swiss van Java City Walk. Ada yang sibuk mengingatkan teman-temannya akan run down agenda kegiatan hingga yang sibuk menyiapkan stand dadakan untuk penjualan kaos "Preman Pensiun". Keramaian langsung terasa saat para pemain tiba di lokasi parkiran yang tepat berada di depan Cafe Carli Caplin.

Para penggemar mulai berduyun-duyun berdatangan dan disambut oleh para talent di lapangan parkiran tersebut. Selain itu, tampak beberapa awak media dari cetak hingga elektronik mewawancarai para pemain. Para pemain pun didapuk satu per satu untuk berfoto bersama dengan para penggemar. Keterikatan emosional penggemar dan pemain bak keluarga yang sudah lama tidak jumpa.

Mereka tak segan untuk berbincang atau saling iseng. Kehebohan demi kehebohan di lapangan parkir begitu terasa, apalagi saat muncul Kang Komar sengaja dari Bandung yang menyusul rombongan ke Garut ditemani salah seorang pengurus Viking-Persib. Keluar dari mobil, pemain berambut mirip Daniel Sahuleka tersebut laris manis diserbu penggemar. Para pemain terlihat begitu lepas berbaur dengan penggemar selama meet and greet berlangsung. 

Acara tersebut dihadiri oleh sebagian besar pemain. Di lapangan parkir pun diadakan foto dadakan sesuai dengan "genk"-nya masing-masing. Mulai genk terminal yang dihuni pimpinan Gobang dan anak buahnya; genk pasar dengan Kang Komar, Iwan Tyson, Jupri, dan Joni; Genk bos Jamal dengan anak buah Ujang, Pipit, Dikdik, Murad; Genk rumah Kang Bahar, Amin dan Imas; Genk copet Ubed, Dewi, Juned, Saep; pemain di rumah Kang Mus, Emak dan Ceu Edoh; hingga Neng Diza sang gebetan Kang Komar dan Juned. Saat wawancara oleh tim infotainment dari RCTI pun, mereka seakan tak kehilangan energi ngacapruk.

Nonton Bareng dan Persiapan Season 2
Ba'da ashar, para pemain dan kru akhirnya masuk ke ruangan Cafe Carli Caplin di lantai II. Di cafe ini para pemain dan kru kembali istirahat sambil menikmati sajian hidangan yang ada di sana. Tepat pukul 17.00 acara nonton bareng "Preman Pensiun" edisi terakhir di season 1 ini pun mulai digelar. Sebuah big screen sudah disiapkan. Selama nonton, kembali ulah jeprut para pemain pun bersahutan dengan saling meledek dengan gaya banyol. Misalnya saat adegan Pipit yang curhat dengan Murad, Murad pun ngaheureuyan Pipit. Yang diledek hanya bisa cengengesan.

Setelah tayangan selesai, dengan dipandu MC Amin, ia mempersilakan Kang Komar untuk memberi sambutan. Dengan gayanya yang jadi ciri khasnya, tanpa menghilangkan keseriusan, Kang Komar mengucapkan terima kasih atas perjuangan bersama dalam menyukseskan "Preman Pensiun". Juga ia berharap semua bisa terus menjaga kekompakan dan tentunya bisa meraih kesuksesan bersama ke depannya. Tak lupa, para pemain dan kru mendoakan Kang Aris yang sedang kurang enak badan agar segera diberi kesembuhan dan bisa mulai "tempur" lagi di season 2 nanti.

Acara berikutnya mulai panas, ketika panggung diisi dengan acara hiburan. Para pemain menyumbangkan suara emasnya, dari mulai Imas yang duet dengan "anak majikannya" Kirani,  melantunkan lagu You're Still The One - Shania Twain. Neng Resty dan Dikdik pun ikut ngahaleuang berduet bersama menyanyikan lagu Malam Terakhir.

Para pemain pun mulai tersulut semangat jogednya, semua ikut bergoyang mengikuti irama lagu dangdut tersebut. Kehebohan tambah meriah tatkala Ceu Edoh naik panggung. Sang Syahrini KW-10 ini pun melantunkan lagu "Hayang Kawin" dari Kunkun yang diganti liriknya menjadi "Hayang Geulis". Sontak saja lantunan merdu dari Ceu Edoh membuat Kang Komar dan pemain lain pun mijah kayak cacing kepanasan. Malah Ceu Edoh sampai disawer segala. 

Beres acara di Cafe Carli Caplin, para pemain melanjutkan perjalanan ke lokasi terakhir yakni menuju Hotel Tirta Gangga di kawasan wisata Cipanas, Garut. Di sini para pemain lelaki: Dikdik, Ubed, Amin, Saep, Juned, Bos Jamal, Gobang, Murad, Pipit, Uyan, Komar, Joni, Jupri, Iwan Tyson, serta pemain lainnnya berbaur dalam satu kolam untuk relaksasi dengan berendam di kolam air panas. Tingkah jeprut para pemain pun ternyata belum lenyap.

Para pemain heboh dengan mengadakan lomba renang hingga menanggap Darmaji, sang juru parkir, yang diminta untuk meloncat beberapa kali dari pinggir kolam renang. Sontak saja saat Darmaji meloncat ke kolam, badan besarnya menciptakan cipratan air luar biasa. Hingga Neng Imas, Diza, Bebeb, dan lainnya yang sedang duduk di pinggir kolam renang kaget dan langsung tertawa melihat ulah sang juru parkir tersebut. Setelah puas berenang dan berendam di Tirta Gangga, para pemain pun masuk kembali ke bus dan melanjutkan perjalanan untuk pulang ke Bandung. *(Abah)