Review

Profil Kang Ica Naga Pemeran Pipit di Sinetron Preman Pensiun




Foto Kang Ica Pemeran Kang Pipit di Sinetron Preman Pensiun

Salah satu ikon preman yang agak malawidang alias antimainstream mungkin tokoh yang satu ini. Dialah tokoh Firmansyah Pitra atau lebih dikenal dengan nama Pipit. Dengan perawakan gempal, kepala pelontos, dan tato naga di tangan kanan kerap membuat penonton tertawa. Bagaimana tidak, di balik penampilannya yang garang, Pipit kerap berkelakuan yang bikin ngakak penggemar sinetron "Preman Pensiun".

Preman yang suka bertingkah gaya alay ini tak jarang bikin orang lainl kesal. Atau tandemnya, Murad, juga seringkali dibikin pusing oleh kawannya ini, dari mulai suka menyela dan nyeletuk; ngasih bunga mawar ke perempuan; baca buku saat sedang melaksanakan tagihan jatah preman (japrem); perutnya yang selalu lapar. juga jurus andalannya: senyum manis ala Pipit. Ia awalnya gabung dengan Bos Jamal namun season 2 ia kembali jadi anak buah Kang Mus, bersama Murad dan Dikdik.

Profil Pemeran Pipit
Sosok Pipit diperankan oleh Kang Ica. Lelaki penyuka batu akik ini pituin urang Bandung ini tinggal di Rancanilem RT 04 RW 11, Bojongloa, Rancaekek, Kab. Bandung. Baginya sinetron "Preman Pensiun" merupakan sinetron yang baru pertama kali ini lakoni. Ia bisa bergabung jadi pemeran preman setelah tempatnya bekerja memberikan job untuk ikut main di sinetron garapan Aris Nugraha ini.

Pihak tempat kerja Kang Ica yaitu Perisai Merah Putih bekerja sama dengan Ully Agency. Pria yang dulu pernah juga bekerja di Elite Bodyguard ini mengaku di Perisai Merah Putih sudah ikut kerja selama enam bulan. Kini, ia dari pimpinan Perisai Merah Putih mendapat tugas untuk jadi aktor. Dalam sinetron "Preman Pensiun" ia  satu paket dengan Murad yang juga rekan seprofesi di tempat kerja yang sama.

"Akang mah tidak kustang-kesting, da langsung main sajah di Preman Pangsiun. Tah, saya mulai maen teh di episode 9. Awal-awal mah kebagian peran jadi anak buah Gobang yang lokasi syutingnya di kawasan Kiaracondong dan paling sering mah di Terminal Cicaheum," demikian penuturan Kang Ica saat ditanya mengenai awalnya dia gabung dengan "Preman Pensiun".

Ia mengaku saat disuruh akting, awalnya gugup karena baginya masuk TV adalah yang tidak terbayangkan. Apalagi untuk urusan penjiwaan peran dan hal-hal lain seputar dunia akting, ia mengaku sama sekali tidak punya basic. Karena sudah kadung masuk jadi bagian dari pemeran "Preman Pensiun" ia pun lalu dengan serius berlatih akting, dengan belajar dari para pemain lainnya di "Preman Pensiun" maupun bertanya langsung kepada para kru dan Kang Aris Nugraha.

Untuk itu, saat berdialog ia hanya berpatokan pada isi naskah dan pengarahan dari kru "Preman Pensiun". Kang Ica pun kadang suka tertawa sendiri saat lihat aktingnya di tayangan TV, bahwa apa yang dibawakan olehnya memang banyak sesuai dengan dirinya: cicingeun (pendiam); suka nyeletuk; kadang kurang fokus; dan terkadang suka jail.

Berasa Mimpi
Saat awal-awal beberapa episode sinetron "Preman Pensiun" main, ia mengaku masih belum percaya:

"Tiga kali syuting saya masih sok ngahuleng: kok saya bisa masuk TV ya? Belum lagi eta kalau pas reading naskah, saya awalnya sok ngadadak pohoan. Tapi seiring waktu, saya akhirnya bisa menyesuaikan diri dengan suasana syuting. Da aslina, teu kabayang pisan sebelumnya. Malah teu ngimpi-ngimpi acan. Alhamdulillah, Kang Aris ngasih peran yang tak jauh dengan keseharian saya. Saya juga bersukur bisa berpasasang dengan Kang Denny yang sudah akrab sebelumnya sebagai teman seprofesi. Dari kegiatan disorot kamera tersebut, saya suka nyerengeh kalo liat muka saya di TV. Saat pulang ke Rancaekek pun kok ada orang lain yang tiba-tiba minta foto. Atau saat saya jalan di tempat umum ada yang memanggil saya dengan nama Pipit?" ujar Kang Ica dengan wajah polosnya.

Mungkin inilah berkah baginya dari main di "Preman Pensiun". Pria yang murah senyum ini mengaku dari hasil pernikahan dengan istrinya, sudah punya empat anak, perempuan semua. Ketiga anaknya telah membina rumah tanggga sementara si bungsu masih duduk di kelas 1 SMP. 

Adapun kisahnya bisa tandem dengan Murad, rekan kerjanya, Kang Ica mengaku kaget. Ia awalnya berperan ikut dengan tim Gobang. Nah, seiring perjalanan cerita ia kemudian pisah dengan tim Gobang. Ia diminta pindah lokasi dari Terminal Cicaheum ke depan Gedung Merdeka dengan bergabung bersama tim Bos Jamal. Di bawah peran anak buah Bos Jamal inilah, ia mengaku kaget karena ia bisa bertemu Murad. Hingga akhirnya keduanya pun menjadi ikon di "Preman Pensiun": dimana ada Murad di situ ada Pipit. *(Abah)

- Akun Twitter: https://twitter.com/FirmansyahPitra
- Akun Instagram:  http://instagram.com/icanagaalias
- Komentar-komentar penggemar Kang Pipit: lihat di sini

Seputar sinetron "Preman Pensiun":
- Video Youtube event: Klik di sini
- Profil para pemain lainnya: Klik di sini
- Akun Twitter para pemain:  Klik di sini
- Info lainnya: Klik di Sini