Review

Acara Syukuran Menjelang Preman Pensiun 2 di Hotel Lodaya, 1 Maret 2015





Minggu, 1 Maret 2015 merupakan hari menuju titik tolak langkah berikutnya bagi pihak yang terlibat dalam sinetron Preman Pensiun. Hari itu di aula Hotel Lodaya Bandung diadakan acara syukuran sekaligus doa bersama sebelum Preman Pensiun memulai syuting untuk season 2 yang pengambilan gambarnya dimulai pada Senin, 2 Maret 2015. Dalam acara ini, sebagian besar pemain hadir termasuk juga Kang Aris Nugraha selaku sutradara dan penulis skenario. Beberapa penggemar pun tampak hadir di acara ini. 

Acara yang dipandu oleh Icuk Baros (pemeran Saep) dan Ucup Palentin (pemeran Ubed) ini dibuka pada siang hari. Sebelumnya, pada pagi harinya para pemain mengadakan meet and greet di kawasan car free day (CFD) Dago. Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al Quran oleh Neng Diza Hanifa Hernawan (pemeran Diza). Selanjutnya, Kang Aris Nugraha didapuk untuk memberikan kata sambutan dan kesan-pesan selama perjalanan Preman Pensiun di season 1. 

Preman Pensiun: Tontonan Sekaligus Tuntunan
"Dulu, saya menggarap Bajaj Bajuri hingga membawa saya menjadi Man of The Years dari Majalah Tempo. Sekarang saya punya Preman Pensiun, dimana saya tidak hanya berbagi kelucuan tapi juga berbagi pemikiran. Sejatinya, kesuksesan sinetron ini karena orang lain menerima. Kita tidak pernah jadi apapun tanpa penonton. Untuk itu, kepada para pemain saya mengingatkan: jangan berubah gaya jalan! Kita bukan  superstar atau selebritis yang banyak dipuja tapi menjauhkan kita dari sikap membumi. Bersikap biasalah dengan berkomitmen bahwa kita ini sedang berkarya. Karyamu sejarahmu, jangan sampai kita terkena penyakit riya terlena oleh situasi kepopuleran. Untuk itu, fokus untuk memberikan yang terbaik bagi penonton. Berkaryalah dengan hati maka masyarakat pun akan menerimanya dengan hati," demikian pesan Kang Aris yang saat memberi sambutan dikawal Murad dan Pipit.

Bagi Kang Aris Nugraha, pembuatan karya di sinetron terbarunya ini banyak keajaiban yang terjadi. Dari urusan ilham untuk menulis, pemilihan pemain, hingga animo masyarakat yang luar biasa. Ia berharap sinetron ini bukan hanya jadi tontonan, tapi juga jadi tuntunan. Sutradara asal Karangpawitan, Garut ini pun dengan mata berkaca-kaca, ia ingin suatu hari nanti seluruh pemain dan kru Preman Pensiun bisa umroh bersama ke Tanah Suci. 

Sementara dari pihak produser dan dari pihak RCTI mengungkapkan bahwa kelebihan sinetron ini terletak pada pendalaman materi,  aspek hiburan, serta nilai-nilai di dalamnya yang tidak terkesan menggurui. Berdasarkan survei data, sinetron ini terus mengalami kenaikan rating dalam program tayangan di televisi. Sinetron ini dari sisi marketing sangat bagus dengan banyaknya masyarakat yang selalu menonton tayangan ini. Malah tayangan ulangnya setiap hari pukul 17.45 - 18.30 ini masih masuk dalam daftar rating favorit di televisi. *Abah