Review

Profil Dany Normansyah (Nino) Pemeran Agus di sinetron Preman Pensiun





Salah satu adegan di sinetron "Preman Pensiun" yang menarik perhatian pemirsa adalah kehadiran Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil. Kang Emil berperan sebagai dirinya sendiri (cameo) yang mendengarkan aspirasi masyarakat. Mulanya dari aspirasi yang disampaikan Kang Agus, dimana dirinya kena teror dari para preman karena tidak mau menjual rumahnya. Kawasan rumahnya tersebut akan dibangun sebuah apartemen. Sikap ngeyelnya tersebut membuat para preman kesal dan terus mengintimidasi dirinya dan kakak iparnya, Sunarya.

Intimidasi dari para preman tersebut tak membuat Agus gentar. Pedagang buku di Pasar Palasari tersebut lalu laporan ke Kang Emil melalui jejaring sosial Twitter. Laporannya mendapat respons dari Kang Emil. Sang Wali Kota kemudian mengajak audiensi. Dan tampillah Kang Emil di "Preman Pensiun" dengan adegan ia tengah dialog dengan masyarakat, salah satunya Agus. Sekaligus juga Sang Wali Kota menyampaikan sosialisasi program-program Pemerintah Kota Bandung yang tengah ia pimpin sekarang ini.

Profil Pemeran Agus di "Preman Pensiun"
Pemeran Agus sang pedagang buku di Pasar Palasari tersebut bernama Dany Normansyah. Ia juga lebih akrab dengan panggilan Kang Nino. Ia sehari-hari bekerja di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) bagian Penatalaksana di ruangan. Ia telah bekerja di RSHS dari tahun 2004. Pria yang lahir di Bandung 28 Januari 1987 tersebut tinggal di daerah Cihampelas, Bandung Utara.

Ia pernah menempuh pendidikan di SD Cipaganti 4, SMPN 15 Bandung, dan melanjutkan ke SMA Pasundan 8 Bandung. Sambil kerja di RSHS dan sekali-kali syuting, kini ia juga tengah menempuh kuliah semester V di Piksi Ganesha, Jurusan Manajemen Pelayanan Rumah Sakit.

Wajah Kang Nino muncul sebagai sosok Agus di "Preman Pensiun" pertama kali di episode 3 kemudian muncul lagi di episode 5, 29, 30, 31, 32, dan episode 33.

"Alhamdulillah, respons masyarakat terhadap sinetron ini sangat positif dan bikin saya bangga. Dengan kehadiran saya di Preman Pensiun, kini saya suka banyak yang minta difoto bersama di tempat kerja. Kadang ada keluarga pasien, pasien sendiri, malah juga rekan kerja saya yang minta ikut foto," kata Kang Dany sambil tersenyum bangga.


Namun, baginya namanya bisa dikenal hanyalah efek dari sinetron ini yang telah merasuk di hati masyarakat, khususnya di Kota Bandung. Sejatinya, sinetron ini memberikan banyak perubahan dan pengaruh terhadap Bandung sendiri. Minimal wisata Bandung bisa terangkat juga bagaimana sinetron ini bisa menggambarkan kehidupan masyarakat Sunda yang easy going dan penuh petatah-petitih dalam aspek kehidupan. Pria penyuka makanan nasi goreng dan hobi ngeband ini berharap "Preman Pensiun" bisa terus diterima di hati masyarakat. *Abah

Akun Twittter Dany Normansyah:  https://twitter.com/AgusNyno