Review

Asian - African Gemstone Festival di Balai Kota Bandung, 23 - 26 April 2015




Dalam rangka memperingati 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA), sejumlah event digelar di berbagai kawasan di Kota Bandung. Ajang kegiatan ini menjadi pesta rakyat bagi warga Bandung serta masyarakat lain di luar Bandung. Salah satu event yang digelar adalah Asian-African Gemstone Festival di halaman Balai Kota Bandung. Pameran ini berlangsung dari tanggal 23 - 26 April 2015. Selain pameran batu akik, di lokasi ini juga ada stand-stand kuliner.

Saat tim wisatabdg.com berkunjung pada Kamis malam, 23 April 2015, terlihat deretan para pedagang batu akik yang jumlahnya 100 lebih memajang dagangannya. Yang unik, para penjual batu akik pun bukan hanya berasal dari Bandung dan Jawa Barat sendiri, namun dari penjual lain di luar Pulau Jawa. 

"Kami ingin mengangkat citra batu akik sebagai salah satu kekayaan Nusantara yang mempunyai nilai estetika dan tentunya kelasnya pun tinggi. Ya, Aki dan kawan-kawan dari komunitas gemstone pengen batu akik teh bisa merambah hingga nginternasional lah alias mendunia," papar Dadang Usman alias Ki Daus yang menjadi salah satu pupuhu sekaligus panitia Asian-African Gemstone Festival ini. 

Ki Daus, Pupuhu Komunitas Gemstone
Sesuai pemantuan di lokasi pameran, memang banyak aneka macam batu akik yang dijual. Dari harga termurah sampai harga termahal. Para pengunjung pun tampak antusias memilih dan memilah aneka batu yang dipamerkan oleh para penjual di setiap stand. Selain batu yang sudah dipoles, di sini juga tersedia batu mentahan dan tentunya juga cincin watangan aneka bahan.

Para pengunjung lebih leluasa bisa melihat-lihat aneka batu akik yang diincar untuk dibeli. Tak sedikit juga para pengunjung yang berinteraksi dengan para penjual meminta penjelasan informasi seputar batu akik yang ingin mereka beli. Di lokasi pameran yang buka pukul 09.00 hingga 21.00 ini, juga ada stand-stand makanan yang terletak di pinggir stand batu akik (sebelah barat). Untuk memeriahkan acara, ada panggung hiburan yang ada di sebelah utara halaman Balai Kota Bandung.

Batu Akik Dipamerkan di Paris

Kabar menggembirakan juga datang di pameran ini, batu akik asal Jawa Barat rencananya dipamerkan di Paris, Prancis, sebagai bagian dari kebudayaan Indonesia. Menurut Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Bandung Herlan Joerliawan. Pameran di sana, Pemkot Bandung statusnya sistem sebagai undangan.  Di sanan akan dipamerkan kebudayaan Indonesia seperti kesenian, kuliner, dan tempat wisata. Sementara menyangkut budaya sekalian juga akan dipamerkan batu akik.

Pada pameran di Prancis mendatang, dua orang perwakilan dari komunitas batu akik akan dipilih untuk memamerkan batu-batu mulia itu. Pameran tersebut juga akan menjadi etalase Kota Bandung sebagai kota wisata terfavorit di Indonesia. Saat event di sana, batu akik tak hanya untuk untuk dipamerkan dan dijual, namun juga akan dihadiahkan pada 500 delegasi negara yang akan berkunjung pada Sabtu atau Minggu. Nantinya, setiap stan akan menyumbangkan beberapa batu akik mereka. Ini merupakan salah satu upaya untuk mempromosikan khazanah kekayaan alam Jawa Barat.

Sementara pupuhu komunitas gemstone, Ki Daus menyampaikan bahwa ia mendukung diadakannya pameran batu akik di Prancis. Ki Daus berharap, negara-negara lain bisa melirik bahwa Indonesia memiliki berbagai jenis batu akik, yang bukan permata, namun berharga.

Ada Booth Preman Pensiun


Untuk lebih menarik pengunjung, ada juga booth khusus Preman Pensiun. Para talent Preman Pensiun setiap hari ada yang hadir di sini. Menurut penjelasan Nizar Ibrahim (perwakilan talent Preman Pensiun), para pemain yang kebetulan tidak ada jadwal syuting biasanya stanby di sana. Malam itu juga, wisatabdg.com menyaksikan perkenalan para pemain Preman Pensiun di panggung utama. Ada Kang Ica (pemeran Pipit), Dicky Satria (pemeran Jupri), M. Jamasari (pemeran Gobang), Pangeran Tyson (pemeran Joni), Kris (pemeran Bohim), serta yang lainnya. Mereka selain melakukan meet and greet juga foto-foto bersama dengan para penggemar.

Tonton videonya di sini