Review

Menikmati Kelezatan Ramenaci dan Poplok Ala Mochilok




Kuliner Bandung memang tak ada matinya. Selalu saja ada ide dalam inovasi-inovasi baru dari para pelaku usaha kuliner di Kota Kembang ini. Salah satunya apa yang dilakukan oleh Iman Nudi, sang owner Mochilok kini mengeluarkan varian baru dari produk kuliner di Mochilok. Sentra kuliner Bandung yang ada di Jalan Sekelola ini kini mengeluarkan produk makanan ramen dan poplok. Apa saja itu?

Ramen Khas Mochilok
Ramen adalah masakan mie kuah khas Jepang yang berasal dari Cina. Orang Jepang juga menyebut ramen sebagai chuka soba atau shina soba. Ramen tampilannya seperti mie instant yang sudah direbus dengan varian tambahan di dalamnya. Di Kota Bandung sendiri, penjual ramen terhitung sedang booming.

Hampir di beberapa titik terdapat penjual ramen. Namun untuk ramen di Mochilok ini lain dari biasanya. Dan ketika tim liputan wisatabdg.com mencoba ramen khas Mochilok ini, rasanya ngeunah pisan! Apalagi saat itu dimakan saat malam-malam, pokoknya bikin perut haneut (hangat) dan bikin lidah bergoyang.

Konsep Ramen keluaran Mochilok ini namanya Ramenaci, yaitu dari ramen dan mie aci. Di dalam kuahnya ada ciloknya. Kata Kang Iman, ini biar ciri khas Mochilok pelopor cilok bakar tidak hilang. Sementara untuk rasa, baru tersedia rasa tomyam. Kata sang empunya Mochilok,  nantinya bakal ada varian kuah lainnya. Yang pasti rasanya bikin mantap di lidah.  Untuk isinya, setiap mangkuk ramen di Mochilok berisi telor, rumput laut, sosis, serta sayuran fresh. Untuk harganya pun yang pasti aman dalam jangkauan anak kosan sekalipun yakni saat ini hanya dibanderol Rp. 10.000.

Poplok (Popcorn Cilok)

Popcorn atau di Sunda biasa disebut jagong beledug (jagung meledak atawa berondong) dalah jenis penganan dari butiran jagung yang dipanaskan hingga meletup dan mengembang.  Namun, di Mochilok konsep popcorn ini dibikin variasinya. Poplok memang merupakan ide dari popcorn sendiri namun singkatannya "popcorn cilok".  Bentuknya berupa butiran-butiran kecil seperti cimol yang ditojos (ditusuk) dengan tusuk bambu layaknya makan cilok mini.  

Bahan poplok ini dari tepung roti (tepung panir) dan rasanya itu memang crispy pisan lah pokona mah. Apalagi poplok ini disajikan langsung hangat-hangat dari penggorengan. Rasanya Gurih dan bikin ketagihan untuk terus memakan butiran poplok ini satu per satu sampai habis. Sementara untuk harga poplok ini adalah Rp. 10.000. 

Saat mencicipi butiran poplok, kita bisa mencelupkannya dengan saos. Varian saus untuk poplok ini ada piliha: saus keju, saus sambal goang, saus sambal dabu-dabu, saus teriyaki, dan saus laiinnya. Produk baru dari Mochilok ini di-launching pada 25 Maret 2015 kemarin. Untuk sementara camilan poplok ini baru tersedia di Mochilok pusat, Jalan Sekeloa 31, Bandung.

Bagi Anda yang ingin mencicipi kedua varian produk dari Mochilok tersebut, bisa langsung menyambangi tempatnya di Jalan Sekeloa No. 31 Bandung. Arah lokasinya dari Jalan Dipatiukur kemudian masuk ke Jalan Sekeloa. Nah, setelah tanjakan sebelum minimarket, di sanalah lokasi Mochilok berada.

Bagi Anda yang ingin menikmati poplok, ramen, mochi es krim, atau cilok bakar khas Mochilok di rumah, silakan order saja via telepon ke (022) 2518144. Minimal order untuk aneka produk Rp. 50.000 (belum termasuk ongkos kirim). Anda juga bisa mengunjungi Mochilok di  Twitter, follow saja: https://twitter.com/Mochilok.


Peta lokasi Mochilok: Lihat di sini