Review

Profil Abenk Pemeran Cecep di Sinetron Preman Pensiun





Tokoh ini muncul saat episode 35 di sinetron "Preman Pensiun". Dalam adegan, preman Cecep yang menjadi anak buah Gobang, membawa pasukan yang dibawa dalam dua angkot. Dipimpin Cecep, para preman tersebut siap untuk ngagulung (mengeroyok) Ujang yang telah berkhianat dan menyiksa Dikdik.

Dengan komando teriakan dari Bohim, para preman tersebut menghajar habis Ujang. Inilah adegan dramatis dimana penggambaran tentang dunia preman yang seakan satu tubuh. Ketika temannya ada yang menyakiti, semua bergerak spontan dengan dibarengi rasa solidaritas.

Profil Pemeran Preman Cecep
Di Preman Pensiun, preman Cecep biasa mangkal bersama Gobang dan Bohim di Terminal Cicaheum. Pemeran Cecep ini nama bekennya Abenk Marco Capallera. Ia lahir di Garut, 6 Oktober 1983. Penggemar extreme games semacam skateboard, hiking, hingga offroad ini aktingnya nanti juga bisa dilihat di "Preman Pensiun" season 2. Abenk mengaku bisa bergabung di sinetron garapan Aris Nugraha ini ketika ia bekerja di organisasi Perisai. Waktu itu manajemen Ully Agency mengajaknya untuk main. Rekannya yang lain telah main duluan, yaitu Kang Ica (pemeran Pipit) dan Kang Deny Firdaus (pemeran Murad).

Pria penggemar makanan suka sambel goreng kentang dan pindang keureut ini sehari-hari bekerja sebagai manajer di Duta Marta Townhouse, Paledang,Cibeureum. Abenk juga pendiri dan penasihat komunitas Bekjul Owner Soreang (BOS) serta menjadi Sekjen Organisasi Perisai Merah Putih.

Bicara tentang musik, Abeng mengaku suka main band. Ia pernah punya band underground. Penggemar berat Dream Theater dan Iwan Fals ini juga menuturkan:

"Bagi saya, makna preman itu: semua orang hakikatnya preman, dimana diambil dari kata free man. Dalam hal ini, manusia punya keinginan bebas, tentunya dalam konteks yang positif bagi kemaslahatan bersama. Jadi sebenarnya, preman dengan kriminal harus dipisahkan. Preman sendiri menurut saya adalah manusia memiliki ruang bebas untuk berpikir bebas atau membebaskan diri dari belenggu."

Sementara di Preman Pensiun, ia melihat sinetron ini menjadi sebuah media dimana beberapa karakter dipadukan dalam seni peran dan menjadi karya yang begitu unik dan dahsyat. Kang Abenk melihat, di Preman Pensiun terdapat pesan-pesan moral yang humanis dan religius. Dalam hal ini, tayangan Preman Pensiun memuat unsur hiburan plus pesan-pesan kehidupan yang bisa dikonsumsi lintas golongan, status, hingga bisa dinkmati semua umur.