Review

Penampilan Kang Mus Semakin Dandy di Preman Pensiun 2





Pada tayangan perdana Preman Pensiun 2, digambarkan adegan Ujang yang laporan Bos Jamal bahwa ia dikeroyok oleh gerombolan klan Kang Mus. Ujang juga melaporkan pada bosnya yang baru keluar dari penjara tersebut bahwa Kang Mus pindah rumah dan kini terlihat jadi orang yang lebih berada. Kang Mus rumahnya lebih lux dibanding rumah sebelumnya, berpakaian dan berpenampilan lebih necis, dan kini ia tak naik Vespa lagi, diganti dengan motor matic. Sementara ciri khas Kang Mus yang menggunakan HP seri lawas dengan ringtone jadul, kini diganti dengan smartphone Android dengan suara ringtone yang lebih ajeb-ajeb. 


Ini cukup memberi gambaran bagaimana raharjanya hidup Kang Mus. Bahkan untuk jajan si Eneng pun kini Kang Mus bisa mengeluarkan uang lembaran bergambar Proklamator RI. Walau kadang ini yang bikin cemburu Ceu Esih, istrinya. Pergaulan Kang Mus pun bukan sebatas mengurus anak buahnya. Ia dalam episode 2 digambarkan menyambangi pelatih Persib, Djajang Nurjaman di Stadion Persib/Sidolig. Kang Mus ingin belajar pada Kang Djanur tentang bagaimana sebuah teamwork dibangun.

Jamal Pasti Akan Membuat Perhitungan!
Selain Ujang, preman Jupri pun memilih kembali ke klan Bos Jamal. Inilah kondisi yang dimanfaatkan Bos jamal untuk memuluskan aksinya balas dendam; dengan mencuci otak anak buahnya sekaligus memprovokasi anak buah Kang Mus. Tindakan Bos Jamal ini sudah diprediksi oleh Kang Bahar, dimana Kang Bahar wanti-wanti mengingatkan Kang Mus: "Jamal pasti akan membuat perhitungan!"

Posisi dilematis para preman yang berada di bawah komando Kang Mus, dimanfaatkan oleh Bos Jamal. Misalnya, Kang Komar yang dihasut: "Kang Mus sekarang sehat sandang dan pangan. Apakah Kang Komar kebagian rezeki dari Kang Mus?". Pertanyaan menohok ini menjadi sisi dilematis bagi Komar yang memang termasuk kekurangan. 

Tuntutan Ekonomi Keluarga Kang Komar
Ya, Bebeb tetap selalu marah kepada Kang Komar dan menuntut ingin dibelikan motor matic. Juga sang istri yang minta agar anaknya, Mick Jagger, untuk dibelikan sepeda. Inilah yang sampai membuat Komar curhat ke anak buahnya di pasar. Bahkan ia rela kasbon pada Kang Mus demi membeli motor second di sebuah showroom mokas di Jln. Ciateul (Jln. Inggit Garnasih). Belum lagi, untuk sekadar urusan handphone, Kang Komar termasuk fakir pulsa. Urusan ekonomi di rumah tangganya, inilah pemicu konflik batin bagi Kang Komar.