Review

Penyediaan 140 Mesin Parkir di Beberapa Titik di Bandung





Untuk meningkatkan kenyamanan layanan bagi para pengguna kendaraan, pada 2015 ini di Bandung rencananya akan dipasang 140 mesin parkir. Mesin dengan konsep e-parkir ini sebelumnya pernah ada di Jalan Braga sebagai percontohan. Untuk menggunakan mesin ini, pengguna lahan parkir cukup memasukkan koin sebagai pembayaran. Uang koin dimasukan ke dalam mesin sesuai dengan lamanya parkir yang tercantum dari kertas resi yang keluar dari mesin. Untuk saat ini juru parkir masih ditempatkan di lokasi untuk memandu para pengguna kendaraan. Kini, mesin serupa akan dipasang di 40 titik lokasi parkir yang ada di wilayah Bandung.

Terkoneksi dengan Bandung Command Center
Sebelumnya, para pengguna lahan parkir, bisa menggunakan mesin e-parking ini cukup membayar dengan memasukan koin ke dalam mesin parkir. Uang koin dimasukan ke dalam mesin sesuai dengan lamanya parkir yang tercantum dari resi yang keluar dari mesin. Untuk saat ini juru parkir masih ditempatkan di lokasi untuk memandu para pengguna kendaraan.

Sementara untuk sekarang, 140 mesin parkir tersebut rencananya akan dipasang di antaranya yakni di Jalan Otto Iskandar Dinata, Astana Anyar, Cibadak, dan lainnya. Perubahan pun dilakukan untuk pembayaran di mesin-mesin baru tersebut. Hal ini yakni dengan menggunakan uang elektronik (e-money). Selain itu, mesin-mesin tersebut rencananya akan ditambahkan software yang terkoneksi dengan Bandung Command Center (BCC).

Menaikkan PAD
Sebelumnya, uji coba mesin parkir di Braga cukup efektif menaikan pendapatan asli daerah (PAD) sektor pajak parkir. Tahun ini pihak Pemkot menargetkan pendapatan parkir sebesar Rp 5 miliar. Tahun lalu targetnya tidak tercapai hanya tercapai 90 persen. Selain itu, diharapkan juga masyarakat bisa beradaptasi dengan mesin ini.