Review

Museum Barli: Koleksi Lukisan, Pelatihan Menggambar, hingga Koleksi Mainan





Tahun 1946, gambar harimau pada setiap emblem dibuat secara manual di atas kain belacu putih yang dilapisi kertas karton berbentuk bundar dengan garis tengah sekitar 8 cm. Itulah emblem Divisi Siliwangi yang pertama. Pembuatnya adalah Barli Sasmitawinata, pelukis asal Bandung yang karyanya dikenal hingga ke penjuru dunia. Barli termasuk bagian "Kelompok Lima" yang beranggotakan Affandi, Hendra Gunawan, Sudarso, dan Wahdi. Ia lahir di Bandung, 18 Maret 1921 dan meninggal di kota kelahirannya tersebut pada 8 Februari 2007.

Murid-murid yang pernah dididiknya antara lain: Popo Iskandar, Srihadi Soedarsono, Yusuf Affendi, AD Pirous, Anton Huang, R Rudiyat Martadiraja, Chusin Setiadikara, Sam Bimbo, Rudi Pranajaya. Tahun 2000, ia menerima penghargaan Satyalancana Kebudayaan.

Profil Museum Barli
Jejak peninggalan karya Barli bisa dilihat di Museum Barli. Museum yang diresmikan pada 26 Oktober 1992 tersebut dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 640 meter persegi dan luas bangunan 1.200 meter persegi. Bangunannya terdiri dari tiga lantai dan terbagi dalam empat ruangan dengan fungsi masing-masing, dimana kita bisa menyaksikan perkembangan seni lukis Barli dan kehidupan pribadinya. Museum ini didedikasikan sebagai pusat kajian, penelitian, pendidikan nonformal berbasis seni rupa dalam rangka mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan dan nilai-nilai budaya Indonesia pada umumnya, Jawa Barat dan Bandung pada khususnya.

Lantai 1
Bagian ini dinamakan "Lantai Agung" yang biasa dipergunakan untuk pendidikan, diskusi, dan pegalaran seni. Nama Agung diambil nama putranya, Agung Wiwekaputra. Lantai satu dinamakan Nakisbandiah digunakan untuk ruang pameran. Nama itu diambil dari nama salah seorang istrinya. Bagian sayapnya diberi nama Chandra’s Gallery yang dimanfaatkan untuk ruang pameran.

Lantai II
Lantai dua diberi nama ruang Atikah, dimanfaatkan untuk koleksi pilihan karya Barli Sasmitawinata dan koleksi khusus. Ruangan ini memberi kesan istimewa yang memberikan gambaran kronologis hidup Barli. Bentuk ruangannya melingkar dimana di dalamnya tersimpan karya-karya kubisme dan ekspresionisme Barli. Atikah adalah istri pertama Barli yang memperoleh tempat istimewa. Ia memberi dorongan kuat perjalanan karirnya pada masa-masa awal yang penuh dengan kesulitan.

Di museum ini, biasa diselenggarakan pameran karya seni rupa (dalam ruang pameran), penjualan karya pameran, diskusi, saresehan kesenirupaan dengan tema-tema beragam: sosial, budaya, ekonomi, dan IPTEK (ruang diskusi), penjualan kriya, souvenir, merchandise galeri, workshop dan pelatihan studio keramik dan lukis (ruang pelatihan), penerbitan berita-berita acara dan pendokumentasian.  Pada September 2015, di Museum Barli pun dilengkapi dengan Bandung Toy's Museum.

Kelas Menggambar
Kelas Mengambar Museum Barli dibuka untuk umum, kontak informasi:
Telepon : 08997701224 (Atina Rahmah)
Waktu Buka:
- 09.00 s.d. 17.00 (Senin – Jumat)
- 09.00 s.d.15.00 (Sabtu)
- Hari Minggu dan Libur Nasional Tutup

Museum Barli
Jln. Prof. Ir. Sutami No. 91, Sukasari, Sukarasa,
Kota Bandung, Jawa Barat, 40152 [Lihat Peta]
Telepon: (022) 2011898
E-mail: barlimuseum@gmail.com