Review

Mewujudkan Bandung Kota Buku 2017





Sebagai kota yang memiliki sejumlah julukan, Bandung sudah sepantasnya diberi julukan baru sebagai "Kota Buku" atau "Kota Baca". Hal ini berkaitan dengan Bandung sebagai kota pendidikan plus kota dengan ragam kreativitasnya pula. Bukan hanya gudangnya pencetak kaum akademis, bukankah di Bandung sendiri bertebaran penerbit-penerbit buku, toko-toko buku, plus ragam perpustakaan (baik yang dikelola pemerintah maupun militan oleh para pegiat literasi). Maka, untuk lebih menciptakan budaya baca di masyarakat, program mewujudkan Bandung Kota Buku memang sudah sepantasnya dilakukan secepatnya. 

Untuk mendukung upaya tersebut, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil berencana menjadikan Bandung sebagai Kota Buku pada 2017. Untuk mendukung hal tersebut, Kang Emil, sapaannya, akan memastikan 151 kelurahan di Bandung memiliki satu perpustakaan. Dengan adanya perpustakaan di setiap keluarahan, diharapkan minat baca warga Kota Bandung dapat ditingkatkan.

Adalah Microlibrary Kelurahan Arjuna di Taman Bima yang menjadi  pelopor untuk mewujudkan program tersebut. Perpustakaan mikro di Taman Bima, Kelurahan Arjuna tersebut diluncurkan pada 6 September 2015. Adapun dana sebesar Rp70 miliar dianggarkan dari APBD 2016 untuk menyokong program upaya mencerdaskan masyarakat tersebut. Perpustakaan mini sama seperti perpustakaan lainnya yang bersifat terbuka dan dapat diakses oleh siapa saja.

Sementara untuk pengelolaannya diserahkan pada Karang Taruna setiap kelurahan. Dan urusan koordinasi pelaksanaannya dilakukan dengan RW setempat. Hal ini juga sebagai upaya dalam rangka pemberdayaan masyarakat. Untuk itu, buku-buku dan sumber bacaan lain pun disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat. 

Microlibrary Taman Bima
Pembangunan perpustakaan di Keluarahan Arjuna tersebut memiliki luas 100 meter persegi. Perpustakaan yang dibangun tiga bulan dengan anggaran Rp520 juta itu berbentuk kubus dan terlihat langsung dari jalan raya. Perpustakaan ini dikerjakan Daliana dan rekannya Florian Heinzelmann dari SHAU Architecture. 

Uniknya, perpustakaan mikro ini ditutupi bekas ember es krim sebagai sirkulasi udara. Jumlah ember es krim ini ada 2.000 buah yang mengelilingi bangunan perpustakaan yang berada di lantai dua. Perpustakaan mikro di Taman Bima ini memuat 30 orang dan ember es krim yang digunakan adalah barang bekas yang bisa didaur ulang.

Lokasi Jalan Bima, Bandung lihat peta.