Review

Preman Pensiun Meraih Penghargaan Serial Televisi Terpuji FFB 2015





Preman Pensiun, sinetron yang bergaya Bandung pisan akhirnya membuktikan diri sebagai sinteron terpilih pada puncak pengumuman Festival Film Bandung 2015 dimana menyisihkan nominee lainnya yaitu , Rindu Satpam Kita, Di Bawah Lindungan Abah, 3 Semprul Mengejar Surga, dan Cinta Di Langit Taj Mahal. Di gelaran FFB 2015 Sabtu malam, 12 September 2015, Kang Didi Ardiansyah selaku produser mewakili Preman Pensiun mengambil piala di atas panggung. Ia mengucapkan terima kasih kepada kru dan para pemain termasuk penghargaan kepada dua pemain Preman Pensiun yang sudah wafat, Didi Petet (pemeran Kang Bahar) dan Roy Chunonk (pemeran Kang Maman).

Preman Pensiun adalah sinetron bergenre drama komedi yang ditayangkan RCTI dan diproduksi oleh MNC Pictures. Ditayangkan Setiap Hari Senin - Minggu pukul 17.30 WIB. Preman Pensiun 1 dan Preman Pensiun 2 mampu menjadi sinetron unggulan RCTI yang terus bertengger di puncak rating jagad hiburan layar kaca. Bahkan, tayangan ulang (rerun) sinetron ini pun masih tetap ditunggu oleh para penonton. Selain serial, Preman Pensiun pun hadir dalam versi FTV Preman Pensiun: Sang Juara yang ditayangkan pada Rabu, 26 Agustus 2015 pukul 16.30 WIB.

Sinetron garapan Aris Nugraha ini mampu menghadirkan sosok-sosok baru yang menjadi idola di masyarakat, seperti tokoh: Kang Mus, Komar, Jamal, Saep, Ubed, Ujang, Jupri, Dewi, Bebeb, Diza, Emak, Ceu Esih, Ceu Edoh, dan lainnya. Sinetron ini tayang di layar RCTI dimana siaran perdana season 1 tayang pada 12 Januari 2015 dan season 2 tayang pada 25 Mei 2015. Tercatat lebih dari 40 pemain utama dan figuran yang ikut berperan di sinetron komedi ini. Bukan hanya pemain yang berbasis akting, namun sosok biasa yang benar-benar "polos" pun ikut main di sinetron ini, seperti: Kang Pipit, Murad, Diza, Kemod, dan lainnya.

Sinetron ini hadir dengan adegan-adegan yang sederhana dan tidak "menjual mimpi" seperti kebanyakan sinetron yang sedang musim. Tokoh-tokoh mempunyai ciri khas sendiri malah mampu menghadirkan humor-humor segar namun berisi. Selain itu, sinetron yang mengambil lokasi syuting di Bandung ini mampu menghadirkan lokasi-lokasi wisata di Bandung plus kuliner-kuliner khas Sunda yang apik diselipkan dalam adegan-adegan. Lebih dari itu, pola cerita yang ngaguluyur alias mengalir begitu saja mampu menghadirkan sosok pemain dengan karakter yang khas dan merakyat.