Review

Tebing Keraton Ditutup dari 1 - 31 Oktober 2015





Tebing Keraton merupakan destinasi wisata yang termasuk baru di Bandung dan menjadi lokasi yang kerap dikunjungi wisatawan. Tempat ini awalnya mulai dibuka pada Agustus 2014. Sejak itu, ratusan ribu pengunjung kerap mendatangi tempat ini. Maklum saja, keindahan dan kesejukan alam di tempat wisata kawasan Bandung utara ini menjadi daya tarik tersendiri. Areal Tebing Keraton biasa menjadi tempat selfie plus memandang keindahan alam dari ketinggian. Kawasan wisata yang berlokasi di Taman Hutan Raya Ir. Juanda (Tahura) ini sebetulnya kurang siap dari segi sarana maupun prasarana. Namun animo masyarakat membuat tempat ini menjadi magnet tersendiri.

Sarana dan prasarana di tempat ini memang termasuk minim. Untuk membenahi kawasan wisata alam di Bandung ini, berdasarkan Surat Keputusan Balai Pengelolaan Tahura IR.H.Djuanda Nomor 522.82/9/Kpts/BPTHR, kawasan Tebing Keraton akan ditutup sementara. Dari tanggal 1 sampai 31 Oktober, akan dilakukan berbagai perbaikan dan penambahan fasilitas. Berdasarkan data dari BPTHR, dari awal dibuka tempat ini sudah dikunjungi lebih dari 125.000 orang. Peningkatan pengunjung pun terjadi dari waktu ke waktu. Di sisi lain, perlindungan ekosistem tetaplah harus dijaga. Karena bagaimana pun, tempat ini berada dalam kawasan hutan dimana tidak boleh ada gangguan terhadap ekosistem.

Kawasan Tebing Keraton merupakan salah satu tempat jalur migrasi elang Asia dan Australia. Kehadiran para pengunjung diharapkan tidak mengganggu habitat elang ini. Selain itu, musim kemaru panjang yang terjadi pada tahun ini turut juga menjadi perhatian pengelola. Sebagai bagian kawasan hutan, sekitar Tebing Keraton pun tak luput dari ancaman kebakaran hutan. Belum lagi dengan beberapa kebiasaan pengunjung yang membuang sampah sembarangan.

Namun, hal terpenting dari penutupan sementara ini adalah perbaikan fasilitas. Balai Tahura akan menambah dan memperbaiki sarana yang ada di Tebing Keraton. Beberapa sarana yang akan diperbaiki antara lain: pagar pengaman, jogging track, pembuatan mushola, serta pembuatan menara pantau untuk keamanan pengunjung. Untuk anggaran sudah tercantum dalam anggaran perubahan APBD 2015. Hanya sayangnya, untuk perbaikan jalan menuju Tebing Keraton belum bisa dilakukan. Hal ini karena usulan untuk anggaran revitalisasi jalan baru masuk di Bappeda Jawa Barat.