Review

Nostalgia Ulin di Alun-Alun Bandung Tahun '80-an




Foto Bandung Tahun 80-an

Tahun '80-an, Alun-Alun Bandung kala itu masih menjadi tempat ngariung urang Bandung, khususnya dalam rangka wisata ke tengah kota. Sebagai pusat dayeuh, Alun-Alun memang menyajikan aneka hiburan yang segala ada. Kita bisa belanja, beli buku, nonton film, main games, kuliner, atau sekadar ngahuleng di Taman Alun-Alun. Kala itu, di depan Masjid Agung masih ada jalan, dimana di atasnya ada jembatan tangga sebagai penghubung taman dan masjid yang sepertinya sangat jarang dipergunakan.

Di depan Masjid Agung biasa riuh oleh para pedagang yang menggelar lapak hingga anak-anak penjual kantong keresek. Apalagi setiap Jumatan atau menjelang Lebaran dipastikan tempat ini akan padedet alias ramai. Dan ikon di sebelah utara pas perempatan adanya Toko Indra, sentra sandang, yang terkenal dengan motto "Mahal Uang Kembali" yang tertulis besar di depannya.

Taman Alun-Alun
Untuk melepas penat, bisa bersantai sejenak di Taman Alun-Alun sambil walau dulu tempatnya belum serapi sekarang. Saat nongkrong di bangku besi atau di tangga masjid, harus siap didatangi pedagang asong atau pengemis. Bahkan, jika sedang sial, di WC umum yang ada di bawah taman kerap terjadi aksi pemalakan. Menjelang malam hari, kadang para kupu-kupu malam pun beredar menawarkan diri di taman ini. Walau letaknya persis jadi halaman Masjid Agung, tak jarang juga dulu tempat ini jadi ajang adu nasib dengan permainan adu taruhan di bawah pohon rindang.

Jika ingin makan berat, pesan makanan ringan, atau ingin menyeruput segelas kopi bisa memesan ke para pedagang asongan atau pedagang yang sudah matuh dagang di sana. Untuk anak-anak atau keluarga, berfoto di depan air mancur atau berlatar belakang Masjid Agung kadang menjadi "kewajiban". Jika tak membawa alat potret sendiri (yang masih memakai klise), bisa minta difoto sama tukang foto Polaroid. Diam bergaya, klik, foto instant pun keluar dan si tukang foto akan mengibas-ngibaskan foto langsung jadi tersebut.

Tempat Bermain
Bagi anak-anak maupun remaja, Plaza Romano, Parahyangan Plaza, Kings Plaza, maupun Palaguna Nusantara menjadi tempat favorit. Adalah NASA yang menjadi tempat favorit main sepatu roda di Romano Plaza bagi anak Bandung tahun delapan puluhan. Tak kalah menarik, di plaza ini bisa mencoba naik lift warna hijau berbentuk kapsul. Setelah capek dan lapar, bisa makan kupat tahu atau mie ayam di depannya yakni di Jln. Alkateri.

Jika ingin uji nyali, bisa ke Parahyangan Plaza untuk mengunjungi wahana rumah hantu, rumah kaca, atau bombom car. Di tempat yang kini jadi sentra distro tersebut, dulu jadi tempat main games dingdong. Yang ingin main, tinggal ke kasir dan menukarkan uang dengan koin. Tempat main dingdong ini ada juga di Palaguna. Dan ketika anak-anak main, urusan emosi dan fisik ikut terlibat. Maka tombol pun biasa main hantam saja karena "terpancing" permainan dan ingin naik level.

Belanja dan Nonton
Untuk belanja, Alun-Alun Bandung memang pada era Menteri Penerangan Harmoko alias zaman Orba memang surganya. Bahkan tempat ini kerap menjadi tempat shooting jiga ada adegan belanja, salah satunya film layar lebar si Kabayan yang diperankan Alm. Didi Petet. Kita bisa mengunjungi Palaguna, Parahyangan, atau King's Plaza. Jika ingin hunting lagi, bisa ke arah utara ke Pasar Kota Kembang atau ke arah barat ke Pasar Baru.

Jika ingin rada gaya dan ekslusif, bisa belanja di toko Pulau Indah. Jika menjelang Tahun Baru, "bukti" kita pernah belanja di Matahari, Ramayana, Kalimas, atau Robinson, biasanya diberi bonus kalender bergambar artis-artis era '80-an, seperti Marisa Haque, Desy Ratnasari, Diana Pungky, dll. Hal ini berlaku juga biasanya bagi para pembeli perhiasan di toko emas.

Untuk yang ingin menghabiskan akhir pekan dengan lalajo film, bisa nonton di Palaguna Nusantara, Galaxy, atau yang murah meriah di Bioskop Dian. Jika Anda PNS atau anggota ABRI, setiap akhir pekan bisa nonton gratis dengan adanya subsidi khusus bagi para abdi negara tersebut.