Review

Uji Coba Smart Card di Bandung pada Oktober 2015





Konsep menuju Bandung Smart City terus digalakan oleh pihak Pemerintah Kota. Beberapa program telah diluncurkan untuk mendukung konsep tersebut, dari Bandung Command Center hingga parkir berbasis elektronik. Kini, di Bandung pun tengah diuji coba alat pembayaran nontunai dengan menggunakan kartu pintar (smartcard). Ini merupakan metode pembayaran nontunai yang nantinya bisa digunakan untuk pembarayan belanja, membayar pajak, parkir, bayar tol, dan sebagainya sehingga lebih efisien.

Memang jika dilihat dari pertumbuhan ekonomi di Bandung, laju pertumbuhan ekonomi sudah mencapai 8,53. Laju pertumbuhan ekonomi tersebut terlihat dengan aktivitas perekonomian seperti transaksi dan layanan publik lainnya oleh masyarakat. Sudah sepantasnya konsep smartcard ini mulai diterapkan. Apalagi tempat-tempat belanja dan layanan publik lainnya sudah memungkinkan untuk melayani noncash payment. Tentunya pula dengan kartu pintar ini, dapat melayani aktivitas transaksi lebih multifungsi.

Pada 2015 ini, tepatnya Bulan Oktober diproyeksikan dimulainya uji coba penggunaan smart card. Untuk tahap awal, akan diujicobakan pada Pegawai Negeri Sipil (PNS) di  lingkup SKPD dan BUMD yang ada di Bandung. Bagi para PNS, kartu ini bisa berfungsi juga sebagai alat identitas juga sebagai alat absensi. Untuk mendukung program pemerintahan Kota Bsndung, smartcard ini juga nantinya bisa digunakan untuk penyaluran bantuan dari Pemkot Bandung sehingga mencegah adanya kebocoran dan pungli. 

Untuk penerapan smartcard ini, Pemkot Bandung sudah melakukan MoU dengan Bank Indonesia yang akan berkoordinasi dengan bank-bank lainnya sebagai bagian dari mitra. Selanjutnya, setelah uji coba di lingkungan PNS, kartu pintar ini akan diberlakukan untuk masyarakat luas. Uang yang ada di rekening nasabah, bisa disepositkan di smartcard ini, agar bisa digunakan lebih luas.

Karenanya diperlukan kerja sama dengan semua bank, sebagai bentuk pelayanan maksimal kepada masyarakat. Sebelumnya, penerapan smartcard ini telah dilakukan di daerah lainnya yakni di Bali dan Jakarta. Pada pengembangannya nanti, kartu ini bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan peruntukan. Misalnya  kartu ini bisa digunakan sebagai media penyaluran beasiswa bagi kalangan siswa/mahasiswa.