Review

Pengembangan Kampung Kreatif di Kota Bandung





Bandung selama ini dikenal sebagai pusat wisata belanja, kuliner, dan aneka wisata hiburan lainnya. Realita ini  kemudian menumbuhkan beberapa upaya dari masyarakat Kota Bandung sendiri untuk menjaga dan mengembangkan potensi kreativitas, seni, dan budaya di wilayahnya masing-masing. Jangan sampai Bandung hanya identik dengan wisata yang lebih pada aspek konsumerisme, tapi aspek local genius mulai luntur. Inilah yang kemudian menjadi tanggung jawab bersama antara masyarakat dan pihak Pemerintah Kota Bandung sendiri.

Hal ini pun yang kemudian didukung oleh pihak Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Bandung. Dari tahun-tahun kemarin, upaya untuk mengembangkan kampung kreatif ini terus digalakan. Kampung kreatif tersebut memiliki ciri dan keunggulan masing-masing. Di kampung kreatif dilakukan pengembangan kreativitas serta potensi ekonomi masyarakat. Pada intinya, di kampung kreatif inilah antara laju pengembangan dan pemeliharaan potensi lokal saling berkesinambungan.

Pada Minggu, 21 November 2015, di ECO Bambu Cipaku (satu lokasi dengan Cipaku Garden Hotel), akan diadakan launching kampung kreatif. ECO Bambu sendiri merupakan lokasi tempat wisata bernuansa tradisional ala Sunda. Di sini, Anda bisa melihat bagaimana sinergi masyarakat pecinta seni budaya Sunda mengembangkan potensi lokalnya.

Di lokasi yang ada di Jalan Cipaku, Setiabudhi (Ledeng) ini biasa digelar aneka pertunjukan khas Sunda. Anda pun bisa melihat latihan silat, kaulinan barudak, tari jaipongan, angklung, dan seni budaya Sunda lainnya. Dengan konsep saung-saung bambu, tempat ini membawa kita pada suasana pilemburan.

Di Bandung sendiri selama ini sudah berkembang kampung kreatif yang jumlahnya sudah mencapai 15 kampung kreatif. Sementara pihak Disparbud menargetkan, ada 30 kecamatan yang memiliki ciri khas yang bisa menjadi tempat wisata. Pada 2013 sudah ada lima kampung kreatif yaitu antara lain: Kampung Kreatif Dago Pojok, Kampung Kreatif Pasundan, Kampung Kreatif Cicukang, Kampung Kreatif Akustik (Cicadas), dan Kampung Kreatif Pulosari.

Sementara pada 2014 ada Kampung Belekok, Kampung Kreatif Pindad, Kampung Kreatif Braga, Kampung Kreatif Barongsai, dan Kampung Tahu. Sementara tahun 2015 ada Kampung Batik, Kampung Peuyeum, Kampung Kreatif ECO Bambu Cipaku, dan Kampung Toge.