Review

Soto Ahri, Kuliner Legendaris Garut Bisa Dinikmati di Bandung




Soto Ahri Jalan Buah Batu Bandung

Dalam berbisnis, apa pun itu, kualitas adalah hal yang paling utama untuk dijaga. Dengan kualitas yang terjaga, konsumen otomatis akan ketagihan dan menjadi pelanggan setia. Tidak hanya itu, mereka pun dapat dipastikan akan saling berbagi informasi dengan teman atau koleganya, sehingga jumlah pelanggan akan semakin bertambah. Pada gilirannya, sebuah bisnis pun akan maju dan berkembang.

Legenda Soto dari Garut
Kualitas pulalah yang membuat soto Haji Ahri menjadi sebuah legenda. Ya, soto yang berasal dari Garut ini memang terkenal di kalangan para pencinta kuliner karena kenikmatan dan kesegarannya yang membuat lidah merasa ketagihan. Dan yang istimewa, sejak generasi pertama yaitu H. Ahri hingga sekarang generasi ketiga, tak ada yang berubah dari kualitas rasa dan proses memasaknya. Karena itu, tak heran pula bila pelanggan hidangan ini pun mewariskan kegemarannya menyantap soto yang berasal dari Jalan Mandalagiri, Gang Hardjo, Garut ini kepada keturunannya.

Walaupun warung soto ini berada di gang yang ramai oleh hilir mudik para pejalan kaki, namun tetap saja diburu para pelanggan atau wisatawan yang penasaran ingin mencoba kuliner legendaris ini. Banyak dari mereka yang berasal dari luar kota, seperti Bandung, Jakarta, dan Yogyakarta. Bahkan, beberapa pejabat pun tak segan-segan untuk berkunjung ke warung soto Ahri ini.

Sesuai namanya, soto Ahri merupakan buah tangan almarhum Haji Ahri pada tahun 1943. Usahanya kemudian diteruskan oleh anaknya, Haji Endang dengan tetap menempati warung di Jalan Mandalagiri, Gang Hardjo. Tongkat estafet usaha yang boleh dikatakan pusaka keluarga ini pun sudah mulai dialihkan kepada tiga anak Haji Endang. Soto Ahri pun mulai melebarkan sayapnya hingga ke Kota Bandung.Di kota yang dianggap sebagai gudangnya wisata kuliner ini, soto Ahri ternyata tidak canggung untuk bersaing dengan jajanan jenis lainnya dan tetap digemari.

72 Tahun: Rasa dan Kualitas Tidak Berubah
Lalu, apa rahasia soto Ahri hingga bisa bertahan hingga 72 tahun? Rahasianya ternyata terletak pada kualitas yang terjaga dan proses memasaknya yang tidak pernah berubah. Sampai sekarang, soto Haji Ahri tetap dimasak di atas tungku kayu bakar. Selain menggunakan tungku kayu bakar, alat-alat lain yang digunakan untuk memasak pun masih memakai peralatan tempo dulu.

Dalam proses memasaknya, daging yang dipakai adalah daging sapi  muda,  sehingga teksturnya lebih empuk. Daging tersebut sebelumnya diungkep atau  direbus dengan bumbu terlebih dahulu. Kandungan  lemaknya dibuang  sehingga  tidak tercium aroma anyir. Setelah itu, kemudian disiram kuah kaldu  yang terbuat dari racikan santan,  kunyit,  serai, daun salam, dan rempah. Lalu ditambahkan dengan taburan seledri  dan kacang kedelai goreng. Rahasia lain dari kelezatan soto Ahri adalah santannya yang tidak menggunakan santan instan yang sudah siap saji dalam kemasan, melainkan membuat sendiri dengan perasan tangan sehingga aroma kelapanya yang khas benar-benar semerbak.

Penasaran? Datang saja ke warung soto Ahri ini di Garut. Atau bagi Anda yang tengah berada di Bandung, cabang warung soto ini bisa Anda temukan di Jalan Buah Batu no. 235/dekat Borma (lihat peta lokasi). Selamat mencoba!