Review

Berharap Optimalisasi Potensi Wisata Kabupaten Bandung pada Cabup Terpilih




foto calon Bupati Kabupaten Bandung pilkada 2015

Jika menyebut nama tempat wisata di Kab. Bandung yang terbersit kalau tidak Ciwidey ya Pangalengan. Wisata Kabupaten Bandung sebenarnya sangat potensial untuk dikembangkan. Namun sayangnya, pamor wisata di Kabupaten Bandung masih kalah oleh Kota Bandung. Para pelancong lebih banyak memilih Kota Bandung sebagai kota tujuan utama. Patut diakui, Kota Bandung mempunyai banyak kelebihan dalam urusan tata kelola, penyediaan infrastruktur, media promosi, hingga menciptakan trend dalam bidang wisata.

Kadang ada hal yang miris, tatkala para wisatawan masih banyak yang tidak bisa membedakan pembagian wilayah. Maka tak heran, jika mereka berkunjung ke Bandung, ya disebutnya Bandung saja. Padahal Bandung sendiri terdiri dari tiga wilayah Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat.

Khusus dalam rangka menjelang Pilkada serentak yang digelar pada 9 Desember tahun ini, siapapun nanti bupati Kab. Bandung yang terpilih, ada PR besar untuk pengembangan dan pengelolaan potensi wisata Kab. Bandung. Aneka ragam permasalahan wisata di Kab. Bandung masih menjadi halangan tersendiri terhadap perkembangan potensi wisata. Sementara di sisi lain, kemajuan sektor wisata sejatinya bisa berimbas pada kemajuan-kemajuan bidang lainnya, salah satunya bisa meningkatnya taraf ekonomi masyarakat Kab. Bandung.

Permasalahan tersebut di antaranya seputar pengelolaan tempat wisata, akses menuju lokasi wisata, ketersediaan hotel-penginapan, sentra souvenir, hingga promosi wisata Kab. Bandung yang sangat jauh dibanding Kota Bandung. Khusus untuk akses, dengan dibangunnya Jalan Tol Pasirkoja-Soreang memberi harapan bagi berkembangnya wisata di Bandung selatan. Hal inilah yang nantinya bisa dimanfaatkan secara maksimal dan terarah oleh bupati terpilih.

Tantangan Wilayah yang Luas
Namun, dengan wilayah yang sangat luas, tempat wisata di seputaran Kab. Bandung bisa lebih digenjot. Jangan sampai wisata Kab. Bandung hanya terkenal itu-itu saja, misalnya kawasan wisata Ciwidey. Padahal, Kab. Bandung bukan hanya menyimpat potensi wisata alam. Ada ragam potensi wisata lain yang bisa dikembangkan, antara lain: wisata kuliner, wisata seni budaya, wisata sejarah, dan sebagainya.

Memang selama ini mungkin banyak event yang diselenggarakan untuk mengenalkan wisata Kab. Bandung, namun promosinya belum bisa lebih menggaung. Jangankan untuk wisatawan luar Bandung, untuk warga Kab. Bandung sendiri kadang kurang mengetahui.

Sebetulnya, potensi wisata Kab. Bandung terhitung lengkap dan lebih tersebar. Untuk wisata alam, Kab. Bandung dianggap sebagai kawasan yang paling lengkap. Dimana di Kab. Bandung ada wisata gunung, perkebunan teh, kawah, dan lainnya. Sebut saja kawasan wisata Pangalengan, Ciwidey, Cileunyi, Majalaya, Baleendah, Ciparay, dan lokasi lainnya. Untuk urusan kuliner pun Kab. Bandung mempunyai banyak rumah makan, aneka makanan ringan (borondong, peuyeum, wajit, ranggingan, dsb.), hingga minuman (bandrek, bajigur, dsb.).

Pemberdayaan Media Promosi Wisata
Memang, jauhnya antar lokasi wisata di Kab. Bandung menjadi permasalahan tersendiri. Namun, bagi para penikmat wisata hal tersebut bukan halangan berarti. Apalagi jikan infrastruktur lebih dibenahi, salah satunya "cap" sebagian wilayah di Kab. Bandung yang menjadi langganan banjir atau terkenal kemacetan lalu lintasnya. Hal lainnya, tentu jalur promosi yang bisa lebih dikembangkan. Sebagus apapun potensi wisata, akan tetap kurung batokeun alias kurang terekspos jika media promosi tidak digarap dengan baik. Maka tak heran jika tempat wisata di Kab. Bandung hanya dikenal yang itu-itu saja.

Nah, bagaimana perkembangan potensi wisata Kab. Bandung ke depan? Pasangan Sofyan Yahya-Agus Yasmin, Dadang Naser-Gun Gun Gunawan, dan Deki Fajar-Dony Mulyana Kurnia akan bertarung pada Pilkada Kab. Bandung yang digelar Rabu, 9 Desember 2015. Kita tunggu saja bagaimana langkah salah satu pasangan terpilih tersebut akan upayanya dalam lebih memajukan potensi wisata Kab. Bandung. Prung ah!