Review

Trotoar di Bandung Kini Lebih Nyaman




Kondisi Trotoar Baru di Bandung

Trotoar alias jalur pedestrian sejatinya mencerminkan tata kelola kota. Selama ini, jalur trotoar biasa mengundang permasalahan, dari dipakai para pedagang kakilima, tempat parkir, hingga bahan trotoar yang rusak. Maklum saja, kebanyakan trotoar kita ketahui lebih banyak yang memakai paving block. Maka, dulu sudah menjadi "tradisi" ada proyek mengganti bahan trotoar setiap bulan atau setiap tahunnya.

Namun kini di Kota Bandung, trotoar-trotoar tengah dibenahi agar lebih nyaman untuk penggunanya. Selain itu, konsep bahan trotoar yang kuat dan aman pun sekarang ini tengah diaplikasikan. Jadi, trotoar bukan hanya digunakan untuk berjalan kaki, namun bisa digunakan juga untuk tempat nongkrong yang aman dan nyaman. Salah satu contohnya trotoar di sepanjang Jln. Asia Afrika, kawasan Alun-Alun Bandung.

Peresmian Trotoar Jln. LLRE Martadinata (Jln. Riau)
Pada Senin, 28 Desember 2015, Pemerintah Kota Bandung meresmikan proyek pedestrian di Jalan LLRE Martadinata (Jalan Riau).  Trotoar di salah satu destinasi wisata favorit di Bandung ini diresmikan langsung oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Trotoar yang membentang di sepanjang Jalan Riau ini dibangun dengan menggunakan batu granit.  Selain itu, trotoar di kawasan ini pun ditambah fasilitas kursi taman dan bola batu. Untuk lebih membantu para wisatawan maupun warga Bandung sendiri, di trotoar Jln. Riau ini pun dilengkapi dengan papan penunjuk jalan (signage) yang ke depannya akan dipasang juga di tempat-tempat lainnya. Dengan demikian, para wisatawan diharapkan tidak nyasar saat jalan-jalan di Bandung dengan adanya papan penunjuk tersebut.

Pembenahan Trotoar di Bebarapa Titik
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sendiri mengatakan, setiap tahunnya trotoar-trotoar di Kota Bandung akan mengalami peningkatan kelas. Trotoar tersebut nyaman digunakan, fasilitas lengkap, dan pada intinya tidak perlu harus dilakukan pembenahan layaknya trotoar yang dibuat dari paving block. Untuk pembenahan trotoar yang kuat dan nyaman, digunakan dua jenis pilihan bahan yang wajib digunakan yakni batu granit dan beton berpola. Pemasangan batu granit untuk kawasan jalan protokol, sementara beton berpola digunakan di jalan nonprotokol.

Rencananya pada 2016, Pemkot Bandung akan mengganti trotoar di 10 ruas jalan di Kota Bandung dengan batu granit dan beton berpola tersebut. Adapun anggarannya Rp 17 miliar dan ditambah dengan bantuan dari Pemprov Jawa Barat Rp 50 miliar untuk pembenahan trotoar di lokasi lainnya. Ke depannya, di Kota Bandung tidak ada lagi trotoar yang menggunakan paving blok. Semuanya bakal diganti dengan granit ataupun beton berpola yang sesuai dengan standar internasional. Proyek perbaikan trotoar selanjutnya yang akan dikerjakan dalam waktu dekat adalah di kawasan Dago (Jln. Merdeka sampai Pasar Simpang Dago).

Ada sepuluh ruas jalan yang akan dibenahi berikutnya dan akan mengikuti model seperti di Jalan Riau. Untuk tahap awal mulai dibenahi di sekitar kawasan pusat kota Bandung. Trotoar tersebut ditambah dengan lampu-lampu bergaya klasik, bangku-bangku kayu klasik, bola-bola batu sebagai pengaman jalan, tempat sampah unik, dan pot-pot bunga). Dengan demikian, jalur trotoar bukan sebatas fasilitas di sisi jalan yang kesannya kaku.

Wali Kota yang juga sebagai arsitek tersebut berharap, dengan mempercantik trotoar, para wisatawan yang datang ke Bandung tidak lagi mengandalkan kendaraan pribadi. Dengan demikian, akan ada imbas positif lainnya yakni dengan adanya aktivitas berjalan-jalan dengan menggunakan trotoar, waktu penggunaan kendaraan pribadi pun bisa dikurangi.