Review

Ridwan Kamil Deklarasikan Cigadung Sebagai Kampung Batik




Kampung Batik Cigadung Bandung

Saleh dan memiliki skill ekonomi kreatif. Itulah yang diharapkan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil dari warganya. Harapan pria yang akrab disapa Emil ini diungkapkan saat mendeklarasikan Cigadung sebagai Kampung Batik, yang ditandai dengan peresmian kegiatan membatik di Pondok Pesantren Al-Ikhwan, Jl. Cigadung Raya Timur, Cibeunying Kaler, Kota Bandung, Sabtu (23/1/2016).

Emil sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Pontren Al-Ikhwan yang mampu memadukan kegiatan pesantren dengan kegiatan ekonomi kreatif, yaitu membatik. Menurutnya, itu merupakan hal yang luar biasa. Karena itulah, Emil berharap kreativitas Kota Bandung juga dibarengi dengan kesalehan seperti yang ditunjukkan di Pondok Pesantren Al-Ikhwan Cigadung.  

Pencanangan Cigadung sebagai Kampung Batik memperkaya khazanah pariwisata di Kota Bandung. Apabila sistemnya sudah bagus dan melalui promosi yang dilakukan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bandung, nantinya akan ada paket wisata ke Kampung Batik. Jadi selain ke Saung Angklung Udjo, nantinya wisatawan juga akan diarahkan ke Cigadung untuk melihat proses pembuatan batik, sehingga destinasi wisata di Bandung semakin beragam.

Setelah menjadi tujuan wisata, Emil yakin nantinya akan banyak pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Cigadung. Dengan begitu, pemerintah  akan turun membantu UMKM tersebut dengan memberikan pinjaman tanpa bunga berupa Kredit Melati.

Selain itu, pemerintah pun akan membantu pemasaran hasil produksi UMKM ini. Antara lain mempromosikannya melalui halaman "Bandung Juara Store" di Facebook, yang khusus menjual produk asal Kota Bandung. Seperti diketahui, baru-baru ini, Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil bekerja sama dengan Facebook untuk memasarkan produk UMKM. Ini merupakan salah satu bagian persiapan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Sejak 2004
Pemimpin Pondok Pesantren Al-Ikhwan, Maftuh Kholil menyambut gembira pendeklarasian Cigadung sebagai Kampung Batik. Ia berharap setelah pencanangan itu, semakin banyak perajin batik di daerah ini. Pesantren yang dipimpinnya sudah membuat batik sejak tahun 2004 dan saat ini memiliki 150 santri yang ikut terlibat dalam kegiatan membatik. Dalam hal ini, Pesantren Al-Ikhwan bekerja sama dengan Batik Komar sebagai mitra.