Review

Taman Alun-Alun Ciparay Bersiap Jadi Tempat Wisata Warga Kab. Bandung




Alun-alun Ciparay Terbaru setelah direnovasi

Walaupun luas wilayah Kabupaten Bandung dengan Kota Bandung jauh berbeda, namun sedikit demi sedikit pembenahan beberapa tempat mulai dilakukan. Kabupaten Bandung pun kini mulai bersolek. Begitu pula untuk pembenahan dan penyediaan ruang terbuka hijau, rupanya Kabupaten Bandung tidak mau kalah dengan tetangganya tersebut. Salah satu revitalisasi yang kini tengah digarap yakni Taman Kota Alun-alun Ciparay. Sepanjang 2015, kawasan ini terus dilakukan penertiban. Mungkinkah nantinya akan digarap juga pembenahan Alun-Alun Cicalengka, Rancaekek, Cililin, Banjaran, dan lokasi lainnya? Kita tunggu saja gebrakan Pemerintah Kab. Bandung.

Pada Oktober 2015 saja, sebanyak 48 kios di kawasan Alun-alun dan Terminal Ciparay di Desa Pakutandang, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, dikosongkan oleh para pedagang masing-masing. Pengosongan puluhan kios itu, atas kesadaran sendiri para pedagang setelah pemerintah akan menjadikan kawasan Alun-alun Ciparay itu sebagai ruang terbuka hijau (RTH). Para pedagang yang ada di sana pun kemudian direlokasi.

Alternatif Wisata Warga Kab. Bandung
Kini di awal 2016, revitalisasi taman kota di Alun-Alun Ciparay tersebut sudah mulai terlihat. Taman kota dengan ukuran 80 meter X 120 meter itu ditargetkan rampung 2016 ini. Kabarnya, dengan anggaran Rp 1,2 miliar, meski dalam penyalurannya berlangsung secara bertahap.Dengan adanya Taman Kota Ciparay itu, masyarakat tak perlu lagi pergi ke Taman Kota Alun-alun Bandung untuk menikmati suasana istirahat atau bermain. Dengan demikian, image tempat ini yang sudah puluhan tahun terkesan sareukseuk oleh para pedagang yang hingga meluber ke jalan hingga angkot-angkot yang ngetem akan segera berganti wajah.

Nantinya, Taman Kota Alun-alun Ciparay akan dipasang rumput sintetis atau setara dengan Taman Kota Alun-alun Bandung. Pembenahan lainnya dengan dilakukan penataan taman bunga, kolam, dan gazebo. Tak hanya itu, area parkir para pengunjung pun ikut dibenahi. Nantinya, area parkir Taman Kota di Alun-Alun Ciparay ini tidak boleh ada angkot maupun dijadikan jalur lintasan kendaraan umum Majalaya-Bandung. 

Penataan PKL dan Pembenahan Jalan
Sementara untuk para pedagang kaki lima (PKL) dipusatkan di Sub-Terminal Ciparay-Lembur Awi. Di tempat itu, bisa dijadikan pusat belanja kuliner di kawasan pedagang kaki lima. Pembangunan penataan Taman Kota Ciparay harus pula dibarengi dengan pelebaran Jalan Pamagarsari-Darta yang tembus ke Jalan Raya Laswi Ciparay.  Maklum saja jalan tembus tersebut sangat sempit dan melewati rumah-rumah penduduk yang sangat dekat dengan jalan.

Untuk lebih memperlancar arus lalu lintas nantinya, dilakukan pula pelebaran Jalan Ciparay-Lemburawi sepanjang 500 meter. Yakni dari perempatan depan Kantor Camat Ciparay. Sedangkan pelebaran di depan Kantor Camat Ciparay dan Mapolsek Ciparay bisa dikatakan sudah aman. Dengan adanya pelebaran jalan di dua ruas jalur itu, untuk menghindari kepadatan atau kemacetan kendaraan disaat Taman Kota Ciparay selesai dibangun. Dikatakannya, jika ada pelebaran ruas jalan tersebut, jalan depan Masjid Besar Ciparay bisa ditutup untuk dijadikan kawasan perluasan ruang terbuka hijau atau Taman Kota Ciparay.

Tempat ini nantinya bisa menjadi alternatif warga Bandung untuk wisata. Mereka tak harus jauh-jauh bermain di taman ke kota tetangganya. Hal ini tentunya pula akan lebih menggembirakan jika revitalisasi juga menyusul di tempat lainnya. Hal ini jangan sampai menimbulkan kecemburuan sosial di wilayah Kab. Bandung. Juga yang pasti jika tempat ini telah genah, merenah, dan tumaninah, kembali pada warga yang menggunakan fasilitas itu sendiri. Jangan sampai tempat ini sareukseuk, penuh sampah, macet, atau rusaknya beberapa fasilitas yang ada di sana.

Lokasi Alun-Alun Ciparay lihat di sini.