Review

Wot Batu, Petualangan Wisata Spiritual di Selasar Sunaryo




Wot Batu Selasar Sunaryo Ciburial Bandung

Bandung adalah kota tempatnya orang-orang kreatif. Salah satunya seniman Sunaryo. Ia adalah salah satu seniman Indonesia yang lahir di Banyumas15 Mei 1943 dan memilih Bandung sebagai kota kreasinya sekaligus padumukan (tempat tinggal). Seniman lulusan di ITB tahun1969 pernah mengembara dari satu negara ke negara lain. Pada tahun 1975 dia berangkat ke Cina hingga Italia untuk mempelajari teknik marmer. Setelah pulang dari sanalah dia memulai meniti karier sebagai seorang seniman.

Salah satu ruang untuk memamerkan karya-karyanya adalah Selasar Sunaryo. Galeri seni ini berada di Bandung utara. Selasar Sunaryo dibangun seniman kontemporer sekaligus mantan dosen Seni Rupa Institut Teknologi Bandung tersebut dan diresmikan pada 5 September 1998. Pendirian galeri seni ini bersifat nirlaba dan bertujuan untuk lebih mendekatkan karya seni kepada masyarakat umum. Galeri ini awalnya hanya menampilkan karya Sunaryo, namun kemudian memfasilitasi berbagai karya seniman lainnya, terutama dari seni kontemporer.

Wot Batu, Memakni Alam Kehidupan dan Alam Kematian
Di area Galeri Sunaryo, kini yang menjadi tujuan wisata seni adalah Wot Batu. Wot Batu diresmikan pada 2015 oleh Mendikbud Anies Baswedan. Wot Batu adalah sebuah tempat yang berisikan karya-karya dan imajinasi Sunaryo dalam media batu. Dan pengunjung bisa mengapreasi dengan persepsi masing-masing akan karya seni yang ada di sana. Inilah karya instalasi yang mengajak kita untuk lebih memaknai kehidupan di alam fana dan kehidupan di alam nanti. Di sinilah kita bisa memaknai filosofi kelahiran, hubungan sosial dengan makhluk hidup, dan perkembangan zaman yang manusia alami selama hidupnya. Juga simbolisasi-simbolisasi dari batu-batuan yang mengandung filosofi akan kehidupan manusia selanjutnya di alam kelanggengan.

Wot Batu diartikan sebagai jembatan batu yang dimaksudkan sebagai jembatan spiritual manusia. Ketika pengunjung masuk, ada bagian batu yang bertumpuk di atas dan disusun tidak beraturan. Spot selanjutnya yakni adanya lorong dengan tembok yang tinggi. Inilah petualangan spiritual yang membawa kita pada hakikat diciptakan sebagai makhluk-Nya

Pemaknaan akan esensi kehidupan dapat pengunjung rasakan ketika masuk. ada batu tinggi yang diartikan sebagai huruf alif. Huruf hijaiyah pertama itu bisa mengandung simbol karakter laki-laki dan batu di sebelahnya diartikan sebagai karakter perempuan. Kedua batu memiliki sebutan "batu abah" dan "batu ambu". Inilah makna konsep Adam dan Hawa sebagai cikal bakal adanya kehidupan manusia.

Spot lainnya ada dua batu yang bersebelahan yang dinamakan "batu merenung". Anda bisa merasakan bagaimana syahdunya merenung di batu ini. Lekukannya dibuat  sangat detail hingga tempat peletakan tangan dan jari-jari ketika pengunjung menduduki batu tersebut. Ada pula area pedestral beton, dimana terdapat batu dengan bentuk seperti pohon. Lebih tepatnya, pohon jambu yang dilapisi tembaga. Batu ini disebut batu indung, dibuat sebagai penghargaan dan kenangan terhadap ibundanya. Spot lainnya ada "lawang batu" simnol perbatasan antara dunia kelahiran dan dunia kematian.

Belajar Memaknai Simbolisasi Karya Seni
Lepas dari petualangan spiritual dunia kehidupan, pengunjung bisa beranjak menuju segmen dunian kematian. Di area ini terdapat dinding "surya medal" dimana terdapat batu-batu putih yang disusun secara rapi yang mengadung simbolisasi putih sebagai warna paling ujung dari semua warna yang ada. Kematian pun berakhir dengan "pemutihan" dari Sang Kuasa. Uniknya, proses putihnya batu ini dibantu oleh sinar matahari. Ada pula "batu api" yang mengeluarkan api dan disimpan di sebuah lorong kecil. Simbolisasi batu ini menggambarkan aura keseimbangan dan menandakan keharmonisan dalam hidup.

Pengunjung pun bisa memasuki ruangan tempat menonton video mengenai pembuatan Wot Batu ini. Ruangan ini biasa dijadikan sebagai tempat seminar, diskusi, atau tempat peristirahatan pengunjung Wot Batu. Pengunjung bisa mencoba minuman yang menyehatkan yakni teh rosella yang dicampur dengan kapulaga dan batang serai. Yang pasti, bagi Anda yang ingin bertualang dalam estetika dan bertafakur akan kehidupan, Wot Batu bisa menjadi tujuan Anda saat ke Bandung.

Inilah alternatif wisata seni yang berbeda dengan tempat wisata pada umumnya di Bandung. Wisata spiritual yakni dialog dengan konsep hidup dan kehidupan bisa benar-benar Anda rasakan. Dan di sini masih banyak spot lainnya yang bisa Anda tangkap simbolisasi-simbolisasi yang ada pada batu-batu tersebut. Tempat ini bisa menjadi media perenungan dan pencerahan pengunjung untuk kembali berdialog dengan dirinya sendiri sebagai makhluk-Nya.

Lokasi dan Rute ke Wota Batu, Selasar Sunaryo
Tempat ini berlokasi di Bukit Pakar Timur, tepatnya di kawasan Desa Ciburial, Kabupaten Bandung. Untuk mencapai lokasi Selasar Seni Sunaryo, tersedia berbagai armada transportasi umum dari penjuru kota Bandung, baik itu angkot, maupun taksi. Bagi pengunjung yang menggunakan angkutan kota, bisa menggunakan angkot jurusan Ciroyom - Ciburial.

Harga Tiket Masuk
Untuk masuk ke Wot Batu dikenakan biaya 50.000 rupiah.
Namun yang paling harus diperhatikan saat masuk ke Wot Batu adalah:
- tidak diperbolehkan membawa makanan/minuman;
- tidak menggunakan kamera digital (hanya kamera HP )
- alas kaki dilepas jika akan menginjak rumput.

Wot Batu
(Beberapa meter sebelum Selasar Sunaryo)
Jalan Bukit Pakar Timur No. 98 (Ciburial)
Telepon: (022) 82524480
Jam buka: pukul 10.00 - 17.00 WIB
Tiket masuk : 50.000 (weekday dan weekend)
- Foto-foto di Wot Batu lihat di sini
- Video di  Selasar Sunaryo tonton di sini