Review

Pagelaran Drama Komedi Sunda "Juragan Hajat", 26 Maret 2016 di PS Mayang Sunda




Drama Juragan Hajat Kang Ibing 26 Maret 2106 di Mayang Sunda

Bagi Anda yang sono dengan humor-humor karya Kang Ibing, pagelaran drama bahasa Sunda ini bisa mengobati kerinduan. Pagelaran drama komedi Sunda "Juragan Hajat" bakal dipentaskan kembali oleh Daya Mahasiswa Sunda (Damas) pada Sabtu, 26 Maret 2016 di Padepokan Seni Mayang Sunda, Jln. Peta 209 Bandung. Kegiatan yang rencananya dimulai pada pukul 19.00 WIB ini, merupakan wujud panineungan kepada seniman sekaligus pelawak Sunda, Kang Ibing. Pagelaran ini merupakan kerja sama Damas, Disbupar Bandung, Padepokan Seni Mayang Sunda, dan Majalah Sunda Manglé.

Drama komedi Sunda "Juragan Hajat" merupakan salah satu karya Kang Ibing yang sangat disukai masyarakat Sunda. "Juragan Hajat" pernah digelar 12 Februari 2006 di Hotel Horison Bandung. Drama ini menceritakan sepak terjang masyarakat menyambut pilkada (pemilihan kepala daerah) di sebuah perkampungan yang bernama Ranca Oa. Uniknya, drama komedi Kang Ibing ini tidak menyentuh unsur politis atau kebijakan siapapun.

Bahkan, para penonton sukses nyeri kulit beuteung karena dialog-dialog pemainnya yang penuh humor cerdas ala Kang Ibing. Inilah penyampaian pesan yang tidak menggurui namun bisa mudah diterima penonton. Kang Ibing sepertinya menyerahkan permasalahan ini kepada penonton. Begitu pula dalam menyampaikan beberapa sindiran tajam, ia menyembunyikannya dalam banyolan Sunda yang mengocok perut.

Drama karya pupuhu Damas tersebut terdiri dari tiga babak. Babak pertama dan kedua masih menampilkan karyanya yang terdahulu, sempalan dari "Reformasi di Lembur Awi" dan "Juragan Hajat". Meski merupakan pengulangan, karya ini tidak terasa basi. Dijamin, saat Anda menonton kembali pun tetap akan tertawa dengan dialog-dialog yang lucu, khas Kang Ibing.

Dialog-dialog dalam drama komedi ini memang full memancing tawa berkepanjangan, namun tersembunyi sebuah keharuan. Betapa lugunya masyarakat kecil yang terjebak dalam kemiskinan dan kebodohan. Kang Ibing mencoba mengemas keterpurukan nasib mereka dalam sebuah humor. Sejenak kita bisa tertawa terpingkal-pingkal, untuk kemudian bisa merenungkan betapa kasihannya mereka.

Kang Ibing sudah berhasil mengemas filosofi humor yakni di balik kelucuan humor sejatinya menertawakan kita sebagai manusia. Bukan kelemahan layaknya komedi-komedi kekinian yang penuh dengan ejekan atau guyonan menjuru penghinaan fisik. Dalam drama ini, kita bisa menyaksikan bagaimana  keluguan sepasang suami istri di sebuah rumah sakit. Suami yang sakit ditunggui istrinya yang pencemburu. Keluguan masyarakat kecil yang terjebak dalam ketidaktahuannya inilah yang menjadi sumbu ngakak para penonton. Bagaimana pula lucunya sang istri yang berseteru dengan suaminya si tukang becak.

Nah, bagi Anda yang rindu pada karya Kang Ibing, bisa menonton pementasan drama karya maestro seniman Sunda Kang Ibing pada Sabtu, 26 Maret 2016 nanti. Untuk masuk lokasi dikarcis Rp. 25.000. Tiket bisa dibeli di Sekretariat Daya Mahasiswa Sunda (Damas), Jl. Lengkong Besar No. 67. Untuk informasi bisa menghubungi 085220522700 (Gani).

Info lainnya:
- Website Damas: www.damas.or.id
-  Lokasi Sekretariat Daya Mahasiswa Sunda (Damas): lihat di sini
- Lokasi Padepokan Seni Mayang Sunda: lihat di sini