Review

Revitalisasi Lapangan Tegallega dan Babakan Siliwangi




Pembenahan Lapangan Tegallega dan Babakan Siliwangi 2016

Upaya untuk mempercantik beberapa kawasan di Bandung kini Lapangan Tegallega dan dan Babakan Siliwangi yang menjadi target. Lapangan Tegallega yang ada di seberang Museum Sri Baduga ini akan dipoles lebih indah dengan fasilitas yang nyaman. Begitu pula Babakan Siliwangi atau biasa disebut Baksil, akan lebih ditata.

Lapangan Tegallega selama ini dikenal dengan Tugu Bandung Lautan Api juga pusat aktivitas warga, dari tempat olahraga, lokasi event musik, hingga tempat belanja kaki lima. Dahulu zaman kolonial Belanda, lapangan yang berada di sebelah selatan Alun-alun Bandung ini dikenal sebagai tempat pacuan kuda. Pada era '80-'90-an lapangan ini pun pernah menyandang citra kurang nyaman, karena keadaannya yang kurang terawat dan jadi tempat "kemah" kupu-kupu malam. Namun seiring berjalannya waktu, lapangan di sebelah timur Terminal Tegallega ini terus dibenahi hingga terlihat lebih nyaman.

Begitu pula Babakan Siliwangi yang dulunya pernah menjadi lokasi wisata favorit urang Bandung. Hutan ini pun dikenal sebagai markas seniman-seniman di Bandung. Hutan kota yang dekat dengan Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) dan Teras Cikapundung ini juga menjadi target program penataan Pemkot Bandung. Diharapkan kedua lokasi tersebut bisa menjadi area publik dan tempat wisata yang nyaman bagi warga Bandung dan wisatawan dari luar Bandung. Selain itu, kedua tempat tersebut pun mengusung sisi edukasi bagi pengunjung.

Dana miliaran rupiah siap digelontorkan oleh Dinas Pemakaman dan Pertamanan (Diskamtam) Kota Bandung dalam upaya merevitalisasi kedua lokasi tersebut.

"Ada dua program unggulan pada tahun ini. Pertama, melakukan penataan atau konservasi Taman Tegalega. Kedua, pembangunan Taman hutan kota Baksil," tutur Kabid Pertamanan Diskamtam Kota Bandung Dadang Darmawan di Balai Kota Bandung, Jln.Wastukancana, Selasa (12/4/2016).

Revitalisasi Taman Tegallega
Pagu anggaran Rp 19 miliar untuk revitalisasi Lapangan Tegallega yang memiliki luas 7,6 hektare ini.  Adapun rencana pembenahan Taman Tegalega memasuki tahap penyelesaian Detail Engineering Desain (DED). Pengerjaan akan berlangsung selama lima atau enam bulan. Pengerjaan dijadwalkan mulai Mei 2016. Pada November 2016, revitalisasi direncanakan rampung.

Pembenahan lapangan yang diapit tiga jalan utama ini akan diganti menggunakan batu granit. Saat ini menggunakan paving block. Pihak Pemkot pun akan membuka pagar yang menghadap ke Jalan Peta. Dimana nantinya akan jadi amphiteater. Pembenahana lainnya dengan pembangunan fasilitas museum, perpustakaan, juga akan dibangun kolam-kolan kecil seperti di Taman Dewi Sartika. Kolam ini nantinya bisa dipakai untuk anak-anak bermain air. Kolam dibuat dengan sistem rotasi air menggunakan mesin pompa.

Revitalisasi Babakan Siliwangi (Baksil)
Sementara  pembenahan Taman Baksil yang luas areanya 1 hektare tersebut telah disiapkan Rp15 miliar.  Revitalisasi Taman Baksil sendiri ditargetkan rampung sebelum akhir 2016. Taman Baksil ini nantinya akan ditata dengan penyediaan fasilitas Skywalk sepanjang 2 Km yang menyambung di sekeliling hutan kota. Jembatan tersebut strukturnya dari besi dan lantai jembatannya menggunakan kayu.

Adapun lebar dan tinggi jembatan itu sekitar 2,6 meter. Jembatan tersebut akan menghubungkan dengan jembatan yang sudah ada saat ini. Jembatan tersebut akan membentang ke arah Sungai Cikapundung di area Baksil. Jembatan ini bisa menjadi spot berwisata masyarakat memandang hutan kota di Baksil.

Taman Baksil  pun akan dilengkapi amphiteater untuk tempat pertunjukan. Delapan bangunan rumah yang selama ini dijadikan galeri seni juga akan direnovasi. Distamkam Kota Bandung menjamin tidak mengubah arsitektur awal bangunan tersebut yang bergaya rumah adat Suku Baduy. Nantinya, di kawasan ini akan dibangun bangunan mirip candi berukuran sekitar 30 meter persegi. Bangunan tersebut difungsikan melindungi mata air yang ada di hutan kota Baksil.