Review

Festival Nadoman H.R. Hidayat Suryalaga Tingkat Pelajar Se-Jawa Barat




Festival Nadoman HR Hidayat Suryalaga Tingkat Pelajar SeJawa Barat

Nadoman atau pupujian adalah cara ungkap masyarakat Sunda melalui nyanyi-nyanyian dalam rangka mengagungkan Tuhan, Nabi Muhammad SAW, atau mengandung pesan moral bagi kemaslahatan dan keselamatan umat. Nadoman kerap kita dengar di langgar-langgar, di masjid-masjid, atau di mimbar-mimbar pengajian, dan dilantunkan menjelang waktu shalat tiba, atau untuk mengisi waktu senggang kala menunggu sang ajengan datang.

Satu dari segelintir urang Sunda yang mengeksplorasi kearifan lokal budaya Sunda, wabil khusus sastra Sunda yang islami, adalah H.R Hidayat Suryalaga. Setelah salah satu jihad terbesarnya rampung-yang memakan waktu lebih dari 16 tahun, yakni menerjemahkan ayat suci Al Quran ke dalam bentuk pupuh (puisi terikat), Nur Hidayah: Saritilawah Basa Sunda Al Quran Winangun Pupuh (1994)-kiwari mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW itu ditafsir lagi oleh H.R Hidayat Suryalaga ke dalam bait-bait syair. (https://sundaislam.wordpress.com). Contoh nadoman karya H.R. Suryalaga lihat di sini.

Biografi H.R. Hidayat Suryalaga
Hidayat Suryalaga (Abah Surya) lahir di Ciamis 16 Januar 1941 dan wafat di Bandung, Sabtu, 25 Desember 2010. Beliau menamatkan pendidikan SR pada tahun 1954, kemudian melanjutkan pendidikannya ke tingkat SGA dan kemudian lulus pada tahun 1961. Setelah itu, beliau pun melanjutkan kuliah ke FKIP (sekarang UPI) hingga Tingkat III. Pada akhirnya beliau menyelesaikan pendidikan formalnya di Jurusan Sastra Sunda, Fakultas Sastra Unpad pada 1986. Di antara masa pendidikannya, beliau sempat menjadi guru SR/SD pada 1958-1966, guru SMP (1978-1980), guru SMA (1980-1984). Setelah lulus kuliah beliau menjadi dosen FS Unpad (1986-1998), juga dosen UNPAS (1992-2001).

Selain dikenal sebagai pengajar, beliau juga termasuk penulis yang produktif dalam berkarya. Karya-karyanya antara lain berupa 36 naskah drama Sunda, diantaranya Tonggeret Banen (1967) dan Tukang Asahan (1978), yang semuanya telah dipentaskan oleh Teater Kiwari yang didirikan Abah Surya pada tahun 1975. Selain naskah drama, beliau pun menulis naskah gamelan, puisi, dan sajak Sunda.

Di bidang bahasa, beliau menulis buku pelajaran bahasa Sunda untuk tingkat SMP. Ada juga bukunya yang berisi bahan pelajaran seperti, Etika sarta Tatakrama (1994), Wulang Krama (5 jilid, 1994), Gending Karesmen & Dramaturgi (1995), Kiat Menjadi MC Upacara Adat Sunda (1996), Rineka Budaya Sunda dan Lutung Kasarung (1984). Tidak hanya itu saja, beliau pun memneghasilkan karya Nur Hidayah berupa sari tilawah Al-Qur'an dengan bahasa Sunda pada wangun pupuh yang dikerjakan selama 15 tahun (1981-1996).

Festival Nadoman  H.R. Hidayat Suryalaga Tingkat Pelajar  Se-Jawa Barat 2016

1. Pendaftaran dibuka dari 15 Mei hingga 1 Juni 2016
2. Technical meeting digelar pada 2 Juni 2016 pukul 14.00 WIB.
3. Festival digelar pada 28, 29, 30 Juni 2016 di Gedung Kesenian Rumentang Siang, Kosambi, Bandung.

Syarat dan ketentuan:
1. Peserta adalah pelajar dari SMP/MTs dan SMA/SMK se-Jawa Barat.
2. Kuota peserta dibatari sampai 30 group. Group yang pernah menjadi juara festival nadom tingkat kota/kabupaten akan diutamakan.
3. Setiap group terdiri dari minimal 3 orang dan maksimal 10 orang.
4. Peserta membawakan 2 buah lagu nadom pilihan dari daftar lirik nadom karta H.R. Hidayat Suryalaga yang disediakan panitia.
5. Peserta mengaransemen baru dan bebas dalam menentukan jenis musik pengiring, baik itu gitra, perkusi, keyboard, yang lainnya termasuk accapela.
6. Membayar pendaftaran sebesar Rp150.000 untuk buku nadom.

- Disediakan hadiah, trofi, dan uang pembinaan
- Sekolah yang mengirimkan peserta akan mendapatkan aplikasi Sistem Informasi Pendidikan (SIP) dan absensei elektronik secara gratis.

Pendaftaran hubungi:
Sekretariat Gedung Kesenian Rumentang Siang
Jln. Baranang Siang No. 1 Bandung (jam kerja)
Kontak: 08122300655

Acara puncak dimeriahkan oleh Ki Daus, Ceu Popon, dan Junjun