Review

Potensi Wisata Kuliner di Jln. Raya Bojongsoang, Kab. Bandung




Kuliner di Jalan RayaBojongsoang

Jalan raya ini merupakan akses ke arah Dayeuhkolot, Banjaran, Baleendah, Majalaya, dan wilayah lainnya di Bandung selatan. Walau kadang dikenal dengan kemacetannya saat jam sibuk (pergi/pulang kerja) atau saat Bandung selatan banjir, namun sepanjang Jln. Raya Bojongsoang (terusan Jln. Buah Batu) sekarang ini menampakan wajah yang lain. Seiring perkembangan pembangunan di daerah Terusan Buah Batu dan sekitarnya, kawasan ini siap-siap menjadi destinasi wisata kuliner.

Hal ini ditambah lagi dengan infrastruktur jalan yang mulus. Keluar dari tol Buah Batu ke arah Jembatan Tol (batas Kota dan Kabupaten Bandung) hingga ke arah Baleendah kini mulai ramai dengan banyak berdirinya penjual kuliner di sepanjang jalan ini. Inilah potensi ekonomi yang jeli dibidik oleh para pelaku usaha kuliner. Maklum saja, pembangunan sarana dan prasarana di kawasan Jln. Terusan Bojongsoang kian hari kian bergeliat. Belum lagi di sini terdapat kawasan pendidikan kompleks Telkom University, dimana ada ribuan mahasiswa yang bisa menjadi target konsumen.

Begitu pula pembangunan permukiman yang kian hari makin bertambah. Sepanjang Jln. Raya Bojongsoang ke arah Cikoneng, Ciganitri, Baleendah, hingga Ciparay kini banyak berdiri kompleks perumahan. Salah satunya kini tengah dibangun kawasan perumahan elite di dekat keluar tol Buah Batu. Juga dengan berdirinya apartemen-apartemen, seperti di dekat perempatan Buah Batu dan di kompleks Telkom University.

Belum lagi tempat perbelanjaan besar yang sudah berdiri di sini, salah satunya Borma Bojongsoang. Dan kini siap-siap pusat retail Yogya yang akan membuka pusat perbelanjaan di dekat jembatan tol Buah Batu. Layanan publik seperti bank pun di kawasan ini terbilang lengkap. Maka, ke depannya wilayah ini pun akan menjadi pusat perekonomian di Bandung selatan.

Bangkitnya Usaha Kuliner
Hal inlah kemudian yang disambut para pelaku usaha kuliner dengan mulai berdirinya usaha-usaha kuliner di sepanjang Jln. Raya Bojongsoang. Kini, jika Anda menyisir Jln. Raya Bojongsoang dari keluar tol Buah Batu, bisa mengunjungi aneka usaha kuliner. Dekat jembatan tol ke arah SPBU Bojongsoang, ada martabak murah meriah dengan harga Rp15.000 yang sepanjang hari selalu dijejali pembeli.

Sentra kuliner lain yang tak kalah menarik ada di daerah Sukabirus. Di lokasi berdirinya Telkom University ini berkembang sentra kuliner dengan segmen mahasiswa. Usaha-usaha kuliner bisa ditemui mulai dari arah gerbang masuk Telkom University, Jalan Mengger, hingga ke arah Sukabirus - Dayeuhkolot. Bagi Anda yang ingin menjajal kuliner murah meriah dengan rasa tak kalah enak, bisa sekali-kali menyambangi kawasan ini.

Lanjut dari arah jembatan tol Buah Batu ke arah selatan, di Jln. Raya Bojongsoang no. 387 kini mulai ramai. Salah satu tempat kuliner yang ramai dikunjungi ada kuliner Sinju Ramen. Terlihat setiap hari usaha ramen ini selalu penuh, apalagi sore dan malam hari. Lalu ada mie baso ceker Mymo yang kini menjadi buruan para penggemar baso. Baso Mymo ini merupakan cabang dari Gg. Harjo, Baros, Cimahi. Di dekat JNE Bojongsoang, ada pula Soto Lamongan CS yang jadi salah satu kuliner favorit di kawasan ini.

Dari arah pertigaan Bojongsoang ke arah Baleendah, kembali banyak berjejer kuliner malam hari dari tukang sate, martabak, roti bakar, dan lainnya. Di dekat perumahan Griya Bandung Asri 1 (GBA 1) ada kuliner Dapur Bebek dan Rumah Makan Ampera. Laju ke arah dari jembatan II Sungai Citarum, ada Bubur Ayam Pak H. Amid (dekat SPBU). Dan ke arah Baleendah, tepatnya di pertigaan ada Ayam/Ikan Bakar Simpang yang sudah duluan melesat menjadi sentra kuliner favorit, khususnya warga Bandung selatan.

Permasalahan Jalur Jln. Terusan Bojongsoang
Inilah potensi ekonomi rakyat di bidang kuliner yang diprediksi ke depannya akan berkembang seiring laju pertumbuhan dan pergerakan penduduk di kawasan ini. Hanya saja, pihak terkait sepatutnya bisa cepat membenahi kawasan ini. Beberapa permasalahan yang harus dibenahi di antaranya:

1. "Cap" kawasan ini sebagai langganan banjir
Padahal, tidak semua kawasan kena banjir jika lagi musim hujan. Area yang terkena banjir justru lebih banyak di daerah Pasar Dayeuhkolot (jembatan Citarum/Cieunteung) dan kawasan pabrik. Untuk jalan Jln. Raya Bojongsoang sendiri sebenarnya terbilang aman dari banjir. Paling di dekat jembatan Citarum (Cigebar) yang kadang banjir sementara.

2. Macet saat banjir
Masih berhubungan dengan banjir, Jln. Raya Bojongsoang biasa kena imbas dengan hadirnya kemacetan. Ini akibat tumpahan kendaraan yang melalu Jln. Dayeuhkolot. Sebagai jalan alternatif, tentu saja Jln. Terusan Bojongsoang kadang macet luar biasa jika sedang musim banjir.

3. Kemacetan saat jam pulang kerja
Untuk urusan macet pun, khususnya pada sore hari saat jam sibuk pulang kerja. Namun, ini hanya sementara biasanya sampai pukul 8 malam. Kemacetan ini salah satunya disebabkan kendaraan yang keluar masuk Telkom University. Jalanan jadi tersendat menimbulkan kemacetan panjang di Jln. Terusan Bojongsoang. Solusinya mungkin harus ada pengalihan arus untuk kendaraan dari/ke Telkom University. Misalnya, dialihkan ke Jln. Mengger/Sukaati. Sayangnya, jalur di jalan yang tembus ke Perumahan Batununggal tersebut sangat sempit.

4. Kurang tersedianya lahan parkir
Ini kadang yang bikin pengunjung ke tempat makan jadi malas. Apalagi jika ingin makan sore atau malam hari saat lalu lintas sibuk. Bagi yang bawa kendaraan bermotor mungkin bisa lebih mudah langsung memarkirkan kendaraan di pinggir jalan dekat tempat makan. Namun, bagi yang bawa mobil sangat kagok untuk parkir kendaraan di pinggir jalan karena bisa menghambat arus lalu lintas. Solusinya, bisa berupa adanya area parkir khusus di beberapa titik di sepanjang Jln. Terusan Bojongsoang. (Akmal - Netizen Journalist)