Review

Perhelatan PON XIX dan Momentum Promosi Wisata Jawa Barat




Logo PON XIX Jawa Barat 2016

Jawa Barat tengah bersiap menghadapi perhelatan akbar Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX. Persiapan tengah dilakukan dari pembangunan dan renovasi venue, penginapan atlet, hingga tempat untuk para jurnalis. Pekan Olahraga (PON) XIX 2016 yang bakal digelar di Jawa Barat pada 17-29 September 2016 tersebut pastinya akan menjadi momen langka sekaligus bisa menarik perhatian wisatawan.

Apalagi perhelatan ajang prestasi olahraga nasional tersebut diadakan di berbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat. Ada 16 kota/kabupaten yang disiapkan untuk ajang pertandingan para atlet PON. PON XIX akan mempertandingkan 44 cabang olahraga di 68 venue yang tersebar di kabupaten dan kota di Jawa Barat. Ajang perhelatan olahraga nasional ini diharapkan sekaligus dapat memperlihatkan potensi wilayah dan daya tarik alam Jawa Barat. Dengan jumlah penduduk Jawa Barat yang mencapai lebih dari 46 juta jiwa, diharapkan mampu menyedot animo besar para penonton PON.

Gebyar Pembukaan PON XIX di GBLA
Kegiatan akbar olahraga di Indonesia ini tentunya bisa jadi momentum untuk mengangkat sektor wisata di Jawa Barat. Untuk Bandung sendiri, venue olahraga bisa dikatakan paling banyak. Bahkan pembukaan pun rencananya akan digelar di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rancanumpang, Gedebage. Bahkan kalderon megah seharga Rp2 milyar bakal dipasang di stadion megah ini.

Kaldron di GBLA tersebut akan menyimpan api PON selama perhelatan olahraga nasional itu digelar. Api akan diambil dari sumber api abadi di Kec. Balongan, Kabupaten Indramayu, dan diarak mulai 5 hingga 15 September 2016 dengan melintasi 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Untuk kalderon sendiri masih dalam pemesanan dan sedang dikerjakan di Tiongkok. Acara pembukaan di GBLA akan menjadi momen bersejarah dan pastinya menarik perhatian masyarakat untuk datang. 

Belum lagi dengan sudah adanya keputusan stasiun televisi dari MNC Group yang mendapatkan hak siar eksklusif. MNC Group menjadi Official TV Broadcaster PON XIX 2016 di Jawa Barat. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara MNCTV yang diwakili oleh Direktur Utama MNCTV Sang Nyoman Suwisma dengan pihak PB PON XIX yang diwakili Ketua Kompartemen III M Solihin telah diteken di ruang Sangga Buana, Gedung Sate, Kota Bandung pada Selasa (12/7/2016). Maka, wajah Jawa Barat dan Bandung akan lebih terpromosikan secara nasional, bahkan internasional.

Pemkot Bandung Siapkan Great Sale
Dalam menangkap peluang PON XIX dalam sektor wisata, Pemerintah Kota Bandung telah "bergerak cepat". Pemerintah Kota Bandung akan menjamu para tamu dengan great sale (diskon besar-besaran) untuk hampir semua barang komersial dengan nilai potongan harga hingga 70 persen. Diskon itu selain untuk menjamu para tamu PON selama 2 minggu, juga dalam rangka merayakan ulang tahun ke-206 Kota Bandung. Ridwan Kamil sendiri sudah sounding ke pengusaha, dimana para pelaku usaha nantinya akan menggelar midnight sale, baik di mal, toko-toko, hingga kaki lima.

Momentum tersebut bisa juga memberdayakan perekonomian rakyat dari produksi souvenir, layanan jasa transportasi, hingga travel agent. Apalagi untuk Bandung, dipastikan official dan penonton dari luar kota pun sepertinya akan berbondong-bondong sekalian menikmati wisata di Bandung. Dilansir dari HU Pikiran Rakyat (31/3/2016), Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Jawa Barat, menyebutkan atlet, ofisial, panpel dan delegasi teknis yang akan hadir pada PON XIX saja, jumlahnya mencapai 29.373 orang. Potensi perputaran uang di bidang pariwisata selama PON XIX bisa mencapai Rp 29,37 miliar per hari.

Maka, para pelaku usaha pun bisa memanfaatkannya dengan mempersiapkan untuk menangkap peluang tersebut. Hal ini bisa dari suguhan usaha tema PON XIX, menggelar diskon, memberikan souvenir khas PON XIX, hingga mempromosikan usahanya dengan menjadi sponsor PON XIX.

Menangkap Peluang Bisnis Saat Pelaksanaan PON XIX
Inilah peluang dimana Jawa Barat, khususnya Bandung untuk lebih bersiap menghadapi momentum pelaksanaan PON XIX pada September nanti. Tentunya pula sikap ramah plus menyajikan kenyamanan ala Bandung menjadi hal utama. PON XIX bukan hanya menyangkut kedatangan atlet, penciptaan prestasi olahraga, atau sekadar seremonial belaka. Ada peluang perputaran uang yang tidak sedikit saat event akbar ini digelar.

Ya, olahraga di zaman sekarang bukan ajang perebutan medali bagi para atlet namun ada sisi bisnis yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. Apalagi media promosi pelaksanaan event di era internet ini akan lebih menyebar secara viral dengan semakin memasyarakatnya media sosial.