Review

Kemenpar Gencar Bidik Wisatawan Mancanegara




Wonderful Indonesia Logo

Geliat perkembangan potensi pariwisata di Indonesia semakin terasa. Inilah yang sedang gencar dilakukan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI untuk menarik kunjungan wisata luar neger. Kemenpar kini sedang gencar mengembangkan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas. Selain itu, ada 10 destinasi berkembang yang branding-nya akan diperkuat.

Destinasi pariwisata Indonesia yang sedang dilakukan branding dan promosi yakni kategori tempat wisata yang sudah berkembang dan masih dikembangkan. Hal ini dikategorikan berdasarkan kesiapan amenitas, atraksi dan akses masing-masing dalam menyambut wisatawan.

Untuk pemasaran destinasi pariwisata yang dinyatakan sudah siapa adalah Bali, Jakarta, dan Kepulauan Riau (Kepri).  Adapun destinasi wisata yang pengembangannya jadi prioritas di antaranya: Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Mandalika, Morotai, Borobudur, Danau Toba, Kepulauan Seribu, Bromo Tengger Semeru, Wakatobi serta Labuan Bajo.

Sementara untuk kawasan wisata yang sudah siap dan berkembang ada lagi di antaranya: Wakatobi, Raja Ampat, Bunaken, Bali, Jakarta, Kepri,  Banyuwangi, Bandung, serta Joglosemar ((Jogja-Solo-Semarang). Untuk kawasan-kawasan pariwisata tersebut diperhitungan unsur atraksi, akses, amenitas, dan CEO commit.


Promosi Kemenpar di Event NATAS
Promosi lainnya untuk memancing wisatawan datang ke Indonesia, Kemenpar mengikuti event National Association of Travel Agents Singapore (NATAS) Holiday 2016 yang digelar pada 12 - 14 Agustus 2016 di Singapore Expo, Singapura.

Dengan mengikuti event NATAS ini, Kemenpar menargetkan sebanyak 1.800.000 wisatawan mancanegara Singapura yang dapat berkunjung ke Indonesia di tahun ini. Wisatawan Singapura memang penyumbang terbanyak jumlah kunjungan ke tempat-tempat wisata di Indonesia. Pada 2015, jumlah pelancong dari mancanegara mencapai angka 1.571.982. Sementara pada 2016, meningkat hingga 0,36% pada periode bulan Januari hingga Mei 2016 yakni sebesar 611.911 wisatawan mancanegara.

Untuk lebih menggedor jumlah kunjungan, ada 6 agen lokal Singapura yang akan melakukan penjualan langsung paket wisata ke destinasi Indonesia, di antaranya: Euro-Asia Holidays, Skyline Travel, Giamso Tours, Pinnacle Travel, GEMZ Tour & Travel, dan Imperial Tour & Travel dengan satu airlines yaitu Air Asia Singapore dan satu Dinas Pariwisata daerah, yaitu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur.

Harga Tiket Penerbangan Murah untuk Wisatawan Singapura
Bukan hanya mengikuti event, Kemenpar pun mengembangkan jaringan membuka kerja sama dengan maskapai penerbangan AirAsia. Kerja sama ini berupa promsi harga super murah bagi wisatawan asal Singapura akan berwisata ke Indonesia. Untuk penerbangan menggunakan AirAsia, harga tiket dibanderol mulai dari SGD 11 (sekitar Rp 107.000). Harga tiket ini bisa didapatkan tanggal 11 - 21 Agustus 2016. Harga tiket sangat murah ini bisa digunakan untuk periode terbangn dari tanggal 11 Agustus 2016 hingga 6 April 2017.

Upaya promosi potensi wisata Indonesia lainnya dilakukan melalui jaringan internet. Ini tidak sekadar melalui branding, namun juga penguatan pemasaran melalui media digital. Untuk promosi dan branding di media digital tersebut, ditargetkan dapat mencapai 50:50 berbanding dengan media konvensional. Hal ini mengikuti perkembangan customer yang juga semakin beralih ke dunia digital.